Samarinda, Infosatu.co – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus mengupayakan percepatan pemindahan lampu stadion dari Stadion Utama Kaltim di Palaran ke Stadion Segiri Samarinda. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kesiapan Stadion Segiri sebagai venue pertandingan Super Liga pada September 2026 dan AFC pada Oktober mendatang.
Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah instansi terkait, seperti Pemerintah Kota Samarinda, BPKAD, Disporapar, serta Dinas PUPR guna memastikan proses pemindahan aset berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan aset milik pemerintah, baik provinsi maupun kota, dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak terbengkalai. Lampu di Palaran ini adalah aset provinsi, meskipun pengelolaannya ada di Samarinda,” ujarnya usai rapat, Senin, 22 Juni 2026.
Rasman menjelaskan, pemindahan lampu tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan proses pembongkaran, mobilisasi, hingga pemasangan ulang. Selain itu, perlu dilakukan penyesuaian teknis, termasuk arah pencahayaan (aiming) yang berbeda dengan kondisi di Stadion Palaran.
“Ketika di Palaran, rumput belum selesai, sehingga kondisi pencahayaan berbeda. Setelah diuji, ternyata kapasitasnya belum maksimal saat digunakan di kondisi lapangan yang sudah jadi,” jelasnya.
Hasil perhitungan sementara menunjukkan bahwa lampu dari Palaran masih belum memenuhi standar sepenuhnya. Terdapat kekurangan sekitar delapan titik lampu dengan kebutuhan tambahan pencahayaan mencapai 133 lux.
“Ini yang menjadi tantangan karena harus ada pengadaan tambahan, sementara waktu kita terbatas menuju September,” katanya.
Terkait pembiayaan, Rasman menyebutkan beberapa opsi tengah dipertimbangkan, di antaranya melalui pergeseran anggaran APBD maupun dukungan corporate social responsibility (CSR). Namun hingga saat ini, skema pendanaan masih dalam pembahasan bersama Gubernur Kaltim.
“Kami sudah mendapat arahan dari Pak Gubernur agar ini segera diselesaikan. Semua opsi kami coba, termasuk CSR, agar pekerjaan bisa cepat dieksekusi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ke depan setiap pengadaan dan pemasangan fasilitas stadion harus melibatkan rekomendasi serta pengawasan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), guna memastikan kesesuaian dengan standar yang berlaku.
“Jangan sampai kita bangun tanpa koordinasi dengan ahlinya. Tahun ini harus ada rekomendasi dan pengawasan dari PSSI supaya sekali kerja langsung tuntas,” tegasnya.
Saat ini, Stadion Segiri menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam persiapan menghadapi kompetisi nasional dan internasional tersebut.
“Fokus utama kita sekarang adalah Segiri. Kita berusaha maksimal agar stadion ini siap digunakan sesuai jadwal,” tutup Rasman.
Saat briefing rutin setiap Senin, Gubernur Rudy Mas’ud meminta agar pemindahan lampu stadion ini bisa dilakukan segera agar Borneo FC bisa berlaga di Stadion Segiri saat kompetisi level Asia Tenggara September dan Oktober mendatang.
