Bontang, Infosatu.co – Sebanyak 480 pendaftar bersaing memperebutkan 64 kuota Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di dunia industri yang terus berkembang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pelatihan berbasis kompetensi merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri.
“Pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” ujarnya di Aula UPTD BLKI Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Senin, 22 Juni 2026.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Disiplin, semangat dan tanggung jawab selama mengikuti pelatihan dinilai menjadi modal penting untuk memperoleh keterampilan yang dapat digunakan saat memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
“Ikuti seluruh proses pelatihan dengan disiplin, semangat, dan tanggung jawab agar ilmu serta keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha,” pesannya.
Lebih lanjut, Neni menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja lokal. Ia berharap para peserta yang lulus nantinya menjadi tenaga kerja kompeten, produktif, dan memiliki sertifikasi yang diakui.
“Kami berharap lulusan pelatihan ini menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, memiliki sertifikasi, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala UPTD BLKI Bontang Suryani melaporkan bahwa dari total 480 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 64 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan tahun 2026.
Puluhan peserta tersebut akan mengikuti pelatihan pada empat kejuruan, yakni instalasi otomasi listrik industri, fabrikasi, junior secretary, dan pengelolaan administrasi perkantoran.
