infosatu.co
OLAHRAGA

14 Cabor Belum Masuk Usulan Porprov Kaltim, Kebutuhan Anggaran Jadi Pertimbangan

Teks: Cabang olahraga Layar yang berpotensi ditiadakan pada ajang Porprov Paser 2026. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 14 cabang olahraga (cabor) masih menunggu hasil verifikasi untuk dapat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Kebutuhan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum keputusan mengenai jumlah cabor ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading mengatakan dari total 64 cabor yang tersedia, Panitia Besar (PB) Porprov sebelumnya mengusulkan 50 cabor untuk dipertandingkan. Sementara 14 cabor lainnya masih dalam tahap pembahasan.

Menurut Rasman, proses verifikasi diperlukan untuk melihat kebutuhan masing-masing cabor secara riil, terutama dari sisi anggaran.

Hal itu penting mengingat kemampuan anggaran daerah sebagai tuan rumah juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.

“Kita minta cabang olahraga itu mengajukan anggaran. Itu harus berbasis kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan,” ujar Rasman di Samarinda, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah cabor yang belum masuk dalam usulan 50 cabor telah menyampaikan keberatan kepada Dispora maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

Beberapa di antaranya bahkan selama ini menjadi cabang yang berkontribusi terhadap prestasi olahraga Kaltim di tingkat nasional.

Karena itu, Rasman menyebut pembahasan tidak semata-mata didasarkan pada jumlah cabor, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pembinaan serta kemampuan anggaran untuk menyelenggarakannya.

“Jangan sampai nanti kita mempertandingkan banyak cabang, tetapi tidak sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” katanya.

Beberapa cabor yang masih dibahas antara lain anggar, layar, bowling, kriket, barongsai, serta rugby atau sambo. Masing-masing cabor diminta menyampaikan rincian kebutuhan anggaran untuk kemudian diverifikasi.

Selain anggaran, Dispora Kaltim juga mempertimbangkan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan.

Rasman menilai Porprov seharusnya tidak hanya berorientasi pada banyaknya nomor, tetapi memiliki kaitan dengan proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Menurutnya, nomor pertandingan yang dipilih idealnya memiliki keterkaitan dengan nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dengan begitu, Porprov dapat menjadi salah satu tahapan untuk menemukan dan mempersiapkan atlet potensial.

“Kita harus berbasis pembinaan, harus berbasis kualifikasi dari Porprov itu sendiri, harus berbasis cabang olahraga yang dipertandingkan di PON,” tegasnya.

Rasman menambahkan, hasil Porprov nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyaring atlet yang berpotensi memperkuat Kaltim pada agenda olahraga nasional.

“Tujuan utamanya adalah menyeleksi atlet-atlet yang potensial untuk diajukan dalam Pra-PON dan PON tahun 2028,” pungkasnya.

Related posts

Atlet Kaltim Benaya Rafael Warkey Raih Perunggu di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026

Rizki

Tiga Kali Juara Umum, Perbasi Samarinda Minta Fasilitas Basket Jadi Perhatian

Rizki

SKOI Kaltim Unjuk Gigi di Malaysia Open 2026, Bawa Pulang 5 Medali

Rizki