Bontang, infosatu.co – Upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menekan angka stunting menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah wilayah tercatat berhasil menurunkan angka stunting hingga di bawah 10 persen atau satu digit berdasarkan hasil penimbangan balita terbaru.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan dalam program percepatan penurunan stunting yang terus digencarkan pemerintah daerah.
“Ada beberapa yang tinggal satu digit saja. Mudah-mudahan semakin banyak yang bisa mencapai angka itu,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Meski menunjukkan tren positif, Neni menegaskan bahwa data yang ada saat ini masih bersifat sementara dan belum menjadi angka final.
Pemerintah masih akan melakukan verifikasi serta pengukuran ulang terhadap anak-anak yang terindikasi stunting untuk memastikan keakuratannya.
“Nanti yang terindikasi stunting akan diukur ulang oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan apakah dia stunting atau tidak,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader posyandu yang menjadi ujung tombak pendataan di lapangan. Saat ini, baru sekitar 50 persen kader yang telah mendapatkan pelatihan secara menyeluruh.
Pemkot Bontang terus memperkuat berbagai intervensi penanganan stunting, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi keluarga, hingga peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Sementara itu, pelaksanaan operasi timbang balita serentak di Kota Bontang yang berlangsung pada 9-13 Juni 2026 tercatat mencapai cakupan 100 persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bontang per 13 Juni 2026, total sasaran balita sebanyak 9.824 anak seluruhnya telah mengikuti penimbangan.
Seluruh kelurahan juga tercatat mencapai cakupan penuh, di antaranya Loktuan dengan 1.207 balita, Bontang Baru 580 balita, Api-Api 840 balita, Berbas Tengah 676 balita, hingga Tanjung Laut Indah sebanyak 784 balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menyebut capaian tersebut merupakan hasil terbaik dalam pelaksanaan operasi timbang dibanding tahun sebelumnya.
“Operasi timbang sudah selesai, alhamdulillah. Target juga sudah tercapai 9.824 anak. Cakupan sasarannya 100 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran kader posyandu, RT, lurah, camat, puskesmas, hingga perangkat daerah yang ikut menggerakkan masyarakat. Bahkan, petugas juga melakukan jemput bola hingga penimbangan dari rumah ke rumah.
“Mereka sampai mendatangi rumah ibu balita untuk melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan. Jadi benar-benar disamperin supaya semua anak terdata,” katanya.
Saat ini, data hasil operasi timbang masih dalam tahap pengolahan dan diperkirakan selesai pada 30 Juni 2026. Hasil akhir nantinya akan menentukan jumlah balita yang mengalami stunting, wasting, underweight, maupun gangguan pertumbuhan lainnya sebagai dasar penanganan lanjutan.
“Kalau data sudah ada nanti akan diketahui berapa yang stunting, wasting, maupun underweight. Penanganannya juga akan disesuaikan dengan diagnosis dan kebutuhan masing-masing anak,” jelasnya.
Neni menegaskan, Pemkot Bontang terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui intervensi lintas sektor dan kolaborasi berbagai pihak.
“Yang terpenting sekarang memastikan data benar dan intervensi tepat sasaran. Dengan begitu angka stunting bisa terus turun,” pungkasnya.
