infosatu.co
EKONOMI

Pelanggan Bertambah 8.000, Laba Justru Turun, Andi Harun Minta Perumdam Evaluasi Berbasis Data

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta Perumdam Tirta Kencana melakukan evaluasi berbasis data menyusul penurunan laba perusahaan di tengah bertambahnya sekitar 8.000 pelanggan sepanjang Semester I 2026.

Menurut Andi Harun, pertambahan pelanggan semestinya berbanding lurus dengan peningkatan volume air terjual, pendapatan dan laba perusahaan. Karena itu, penurunan laba perlu ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.

“Kalau kita tahu penyakitnya secara tepat, maka kita juga bisa menentukan obatnya secara presisi. Jangan hanya menyampaikan asumsi, tetapi tunjukkan data yang menjelaskan penyebab penurunan itu,” ujarnya saat Rapat Evaluasi Kinerja Perumdam Tirta Kencana Semester I 2026 di Balai Kota Samarinda, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia meminta Dewan Pengawas dan Direksi Perumdam menganalisis sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi penurunan laba, mulai dari perubahan pola konsumsi pelanggan, struktur pelanggan, persoalan distribusi, hingga akurasi pencatatan meter air.

Andi Harun juga mendorong Perumdam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu analisis. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mempercepat identifikasi persoalan dan memastikan keputusan perusahaan didasarkan pada data.

“Sudah tidak bisa lagi kita menghindari penggunaan AI. AI bukan pengganti direksi atau manajer, tetapi alat untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar berbasis data,” tegasnya.

Selain mengevaluasi penyebab penurunan laba, Andi Harun meminta Perumdam mengubah orientasi perusahaan. Penambahan pelanggan, kata dia, tidak cukup hanya diukur dari jumlah sambungan baru, tetapi juga harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan laba.

Ia turut meminta seluruh investasi yang telah dilakukan dievaluasi secara terukur menggunakan indikator Return on Investment (ROI), payback period, Internal Rate of Return (IRR), serta kontribusi masing-masing aset terhadap pendapatan perusahaan.

Persoalan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) juga menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Meski mengalami sedikit penurunan, angka NRW yang masih berada di kisaran 39 persen dinilai belum ideal.

Andi Harun meminta Perumdam menyusun dashboard harian NRW hingga tingkat zona, District Metered Area (DMA), Instalasi Pengolahan Air (IPA), kecamatan, hingga kelurahan. Langkah tersebut penting agar kebocoran air dapat dipantau secara lebih presisi dan penurunannya memiliki target yang terukur.

“Setiap penurunan satu persen NRW harus bisa dihitung berapa tambahan laba yang dihasilkan dan berapa kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Untuk Semester II 2026, Andi Harun menetapkan peningkatan laba, penurunan NRW, kelanjutan program penggantian meter air, optimalisasi pemanfaatan IPA, serta evaluasi investasi sebagai sejumlah fokus Perumdam Tirta Kencana.

Ia menegaskan pembenahan perusahaan harus dilakukan secara terukur agar peningkatan jumlah pelanggan tidak sekadar menambah sambungan, tetapi juga berdampak terhadap kinerja keuangan dan pelayanan Perumdam kepada masyarakat.

Related posts

14 Tahun Jual Bendera di Samarinda, Pedagang Asal Garut Sebut Daya Beli Tahun Ini Paling Parah

Rizki

MBS Pastikan Tenant Lama Jadi Prioritas Saat Mal Lembuswana Direvitalisasi

Ratu

Antisipasi Efisiensi 2027, DPRD Samarinda Prioritaskan Belanja untuk Masyarakat

Ratu