Samarinda, Infosatu.co – Direktur Utama PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda MBS) Aji Mohammad Abidharta W Hakim memastikan tenant eksisting Mal Lembuswana akan menjadi prioritas apabila nantinya investor baru membangun atau merevitalisasi mal tersebut.
“Ketika nanti kita dapatkan investor baru, kita bangun baru, maka mereka menjadi prioritas tenant untuk mengisi mal berikutnya,” ujarnya usai Serah Terima Pengelolaan Kawasan Mal Lembuswana di Jalan S Parman, Samarinda, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengatakan, keberlanjutan tenant lama menjadi salah satu fokus MBS setelah menerima pengelolaan Mal Lembuswana. Saat ini, pihaknya tengah mendatangi dan berkomunikasi dengan para tenant untuk mengetahui kesediaan mereka melanjutkan kerja sama.
MBS juga telah menyiapkan skema sewa dan service charge untuk ruko maupun ruang di dalam mal. Namun, Abi menyebut pihaknya masih menunggu respons dari para tenant terkait skema tersebut.
“Yang paling penting bagi kami sekarang ini bagaimana bisa mengakomodir kawan-kawan tenant eksisting. Kami sudah buat semacam harga sewa, termasuk service charge, tapi kami lagi tunggu respons mereka,” tuturnya.
Menurut Abi, pihaknya telah melakukan survei terhadap kondisi Mal Lembuswana selama beberapa bulan sebelum serah terima aset dilakukan. Survei tersebut dilakukan untuk melihat berbagai kekurangan dan kelebihan mal yang telah berusia sekitar 30 tahun.
Selain mempertahankan tenant lama, MBS juga mulai membuka peluang bagi tenant baru. Sejumlah calon tenant disebut telah melakukan pendekatan, meski terdapat tantangan terkait masa kerja sama.
MBS sendiri mendapat penugasan awal selama satu tahun yang dapat diperpanjang. Sementara calon tenant membutuhkan kepastian waktu yang lebih panjang karena harus memperhitungkan investasi dan waktu balik modal.
Abi menyebut salah satu calon tenant memperhitungkan balik modal hingga enam tahun. Karena itu, MBS akan berupaya mencari skema yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Ini PR bagi kita untuk bisa meyakinkan tenant baru untuk bisa bergabung, walaupun bunyinya satu tahun dan dapat diperpanjang,” tegasnya.
Di sisi lain, MBS juga ditugaskan untuk mencari investor baru bagi pengembangan Mal Lembuswana. Proses pencarian investor nantinya dilakukan melalui mekanisme beauty contest.
“Yang jelas bagi saya adalah menjalankan tugas dan penugasan dari pemprov supaya ini tidak hanya segera dikelola, tapi juga segera diadakan semacam beauty contest untuk bisa mendapatkan investor baru,” jelasnya.
Abi menilai pembaruan diperlukan karena Mal Lembuswana telah berusia sekitar 30 tahun. Terlebih, lokasi mal dinilai strategis karena berada di tengah Kota Samarinda. Meski demikian, rencana revitalisasi tidak berarti mengesampingkan tenant lama. Mereka tetap akan diprioritaskan apabila mal baru nantinya dibangun.
“Ketika mereka gabung, ada kemungkinan mereka akan menjadi prioritas ketika nanti malnya keluar renovasi dan seterusnya,” terangnya.
Untuk menentukan tarif sewa dan service charge, MBS menggunakan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal tersebut dilakukan agar penentuan tarif tetap sesuai ketentuan karena aset yang dikelola merupakan aset daerah.
Sementara untuk kebutuhan operasional, MBS telah membuka rekrutmen. Pekerja yang sebelumnya bekerja di Mal Lembuswana juga tetap diberikan kesempatan untuk bergabung. Dirinya menegaskan, perubahan pengelolaan tidak membuat Mal Lembuswana berhenti beroperasi.
“Mal tetap eksis. Hanya ganti baju, ganti pengelolaan. Jadi mudah-mudahan masyarakat bisa diyakinkan bahwa mal tetap buka seperti biasa,” pungkasnya.
