infosatu.co
PEMERINTAH

Kaltim dan Jateng Teken Kerja Sama, Batu Bara hingga Material IKN Masuk Kesepakatan

Teks: Pemprov Kalimantan Timur dan Pemprov Jawa Tengah menandatangani nota kesepahaman kerja sama pembangunan dan ekonomi daerah. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi menandatangani kerja sama pembangunan dan ekonomi daerah yang mencakup penguatan perdagangan komoditas, investasi hingga dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Kamis, 6 Agustus 2026.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai sektor pembangunan.

“Pertemuan kita hari ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat persahabatan, memperkuat sinergi, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kedua provinsi,” ujarnya.

Menurut Rudy, hubungan Kaltim dan Jateng telah terjalin sejak lama sehingga kerja sama tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi masing-masing daerah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.

“Juga memperkuat daya saing serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur dan Jawa Tengah,” katanya.

Rudy Mas’ud mengungkapkan perdagangan antara kedua provinsi pada periode 2024-2025 didominasi sejumlah komoditas strategis.

Dari Kaltim, lima komoditas unggulan yang dipasok ke Jawa Tengah meliputi batu bara sekitar 1,5 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan industri, liquefied natural gas (LNG) sekitar 640.714 ton, kayu olahan, pupuk sekitar 500 ribu ton, serta crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya sekitar 310.898 ton.

“Angka ini belum termasuk pengiriman langsung melalui tongkang. Informasi yang kami terima, kebutuhan batu bara untuk PLTU Tanjung Jati saja mencapai sekitar 13 juta ton, belum termasuk Cilacap dan kawasan lainnya,” jelas Rudy.

Sebaliknya, Jateng memasok berbagai kebutuhan pembangunan ke Kalimantan Timur, termasuk sekitar 10 ribu ton beras sepanjang periode 2024-2025.

Selain itu, terdapat pengiriman besi beton, peti kemas, semen, aspal, dan berbagai bahan industri yang digunakan untuk mendukung pembangunan fisik di Kaltim maupun IKN.

“Terima kasih, Pak Gubernur. Jawa Tengah juga telah mengirimkan sekitar 10 ribu ton beras pada periode 2024-2025. Selain itu, besi beton, peti kemas, bahan industri, semen, dan aspal untuk mendukung pembangunan fisik di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai setiap daerah memiliki keunggulan komparatif yang dapat saling melengkapi sehingga kerja sama antardaerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian nasional.

“Kerja sama hari ini bertujuan meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan segera diwujudkan melalui program nyata di lapangan.

“Saya perintahkan seluruh jajaran OPD Jawa Tengah, BUMD, dan para bupati yang hadir saat ini untuk segera menyusun rencana aksi. Jemput bola. Tiga minggu setelah ini, laporkan kepada gubernur masing-masing bahwa kita sudah memiliki rencana aksi dari MoU dan PKS yang ditandatangani hari ini,” tegas Ahmad Luthfi.

Related posts

Mal Lembuswana Berganti Pengelola Setelah 30 Tahun Berdiri, Revitalisasi dan Penjaringan Investor Disiapkan

Rizki

Sorotan Komentar Dokter di Medsos, Inspektorat Samarinda Tunggu Laporan RSUD IA Moeis

Ratu

Rutan Samarinda Overkapasitas, Lapas Bayur Berkapasitas 2.000 Narapidana Disiapkan

Rizki