Samarinda, Infosatu.co – Audiensi antara mahasiswa dan panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi ruang terbuka untuk menyatukan persepsi sekaligus meredam berbagai keluhan yang muncul menjelang pelaksanaan KKN 2026.
Ketua P2M-KKN Unmul Kiswanto menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan untuk mencari pihak yang salah, melainkan untuk memperbaiki komunikasi yang sempat terhambat.
“Jadi tidak ada yang salah sebenarnya. Acara ini bagus, harusnya sering-sering dilakukan. Ada persepsi mahasiswa yang mungkin tidak sama dengan persepsi panitia, maka perlu semua bertemu,” ujarnya saat audiensi di Gedung LP2M Unmul, Senin, 29 Juni 2026.
Dalam forum itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait program prioritas, kejelasan informasi pembekalan, hingga fasilitas penunjang seperti asuransi dan spanduk posko.
Kiswanto mengakui, salah satu persoalan utama terletak pada penyampaian materi pembekalan yang dinilai masih terlalu umum.
“Ternyata realitanya pada saat pembekalan, ada informasi yang masih umum sekali. Makanya tadi ada teman-teman bilang narasumbernya tidak kapabel,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa sepenuhnya mengatur materi dari perangkat daerah, namun akan menindaklanjuti dengan memberikan penjelasan yang lebih spesifik kepada mahasiswa.
Selain itu, isu asuransi juga menjadi sorotan. Kiswanto memastikan bahwa asuransi KKN sudah dalam proses administrasi dan akan dipercepat.
“Asuransinya sedang kita urus. Biasanya kita bagikan saat pelepasan, tapi teman-teman menyarankan kalau bisa lebih awal, itu akan kita upayakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan komersialisasi dalam pelaksanaan KKN. Menanggapi hal tersebut, Kiswanto menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan praktik tersebut.
“Kami tidak melakukan itu. Tapi kalau ada indikasi, kami minta informasi yang valid. Kalau staf Unmul, akan kami laporkan ke rektor. Kalau mahasiswa, akan kami tindak sesuai kewenangan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa seluruh laporan harus berbasis data yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru.
Di sisi lain, panitia juga tengah fokus pada persiapan teknis menjelang pelepasan KKN yang tinggal dua minggu lagi. Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah pembagian dosen pembimbing lapangan (DPL), distribusi perlengkapan, hingga konsep acara pelepasan.
“Saya tidak akan menjanjikan memperbaiki yang di belakang. Lebih baik kita siapkan yang ke depan, dua minggu ini sebelum pelepasan,” katanya.
Kiswanto berharap seluruh pihak dapat menahan diri dari konflik berkepanjangan dan lebih fokus pada perbaikan bersama.
“Saya tidak tabu untuk dikritik. Tapi daripada menghabiskan energi untuk sesuatu yang negatif, lebih baik kita gunakan untuk hal yang positif,” tutupnya.
