infosatu.co
PEMERINTAH

Sudah 60 Persen, Kaltim Targetkan Swasembada Beras pada Akhir 2026

Teks: Ilustrasi area cetak sawah. Kaltim Kejar Swasembada Beras 2026. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Tingkat swasembada pangan Kalimantan Timur (Kaltim) kini telah mencapai 60 persen. Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan capaian tersebut terus digenjot hingga 100 persen pada akhir 2026, terutama untuk memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan capaian tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan saat dirinya bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mulai menjabat. Ketika itu, tingkat swasembada pangan Kaltim masih berada di kisaran 30 persen.

“Sejak kita dilantik itu baru 30 persen. Swasembada pangan dan sekarang sudah 58 persen, hampir 60 persen. Artinya ada peningkatan 100 persen untuk swasembada pangan,” ujar Seno usai menghadiri Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim, Jumat, 14 Agustus 2026.

Namun, peningkatan capaian tersebut belum membuat Kaltim terbebas dari ketergantungan pasokan beras dari luar daerah.

Data Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim menunjukkan kebutuhan beras pada 2025 mencapai 345.664,54 ton, sedangkan produksi daerah hanya 157.554,69 ton.

Artinya, Kaltim masih mengalami defisit beras sekitar 188.109 ton.

Salah satu langkah yang disiapkan untuk mengejar ketertinggalan tersebut ialah memperluas areal persawahan.

Pemprov Kaltim menargetkan penambahan sekitar 15.000 hektare lahan melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang sudah tersedia.

Seno menyebut program cetak sawah tersebut saat ini melibatkan TNI. Jika terealisasi, tambahan lahan itu diharapkan memperkuat produksi padi sekaligus mempercepat pencapaian swasembada beras.

“Nah, 15.000 hektare ini sekarang sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Nah, sehingga nanti total 55.000 hektare bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras di Kalimantan,” ungkapnya.

Pengembangan sawah baru diprioritaskan di sejumlah daerah yang memiliki potensi pertanian, di antaranya Berau, Kutai Timur, Kutai Barat dan Paser.

Upaya peningkatan produksi tidak hanya mengandalkan pembukaan lahan baru. Pemerintah juga mendorong optimalisasi sawah yang sudah ada melalui peningkatan indeks pertanaman, perbaikan irigasi, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian.

Pemprov Kaltim bahkan mulai melihat peluang pemanfaatan lahan bekas tambang untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian.

Seno menyebut keberhasilan pada lokasi percontohan nantinya dapat menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain.

“Kita akan memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai contoh. Kalau berhasil, model ini bisa diterapkan di lokasi-lokasi lain sehingga lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dimanfaatkan menjadi sawah,” ujarnya.

Dengan berbagai program tersebut, Pemprov Kaltim menargetkan produksi padi terus meningkat hingga mampu menutup kesenjangan antara kebutuhan dan produksi daerah.

Seno memastikan target swasembada beras tetap dikejar hingga penghujung tahun.

“Insyaallah di akhir tahun 2026 kita akan pacu untuk bisa,” demikian Seno Aji.

Related posts

Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada 8 Komoditas Pangan

Rizki

Prabowo Targetkan 30.000 KDMP Beroperasi Akhir 2026, Ingin Indonesia Kuasai Rantai Pasok Sendiri

Rizki

Raim Laode Siap Guncang Festival Merah Putih Kaltim 23 Agustus, Cek Rangkaian Agenda Lainnya

Rizki