Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 114 mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) menuntaskan studi dan mengikuti yudisium tahap II Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2025/2026, Kamis, 13 Agustus 2026.
Lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga diarahkan agar kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan di dunia kerja sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan kampus berupaya memastikan mahasiswa memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, pengalaman akademik perlu berjalan beriringan dengan keterampilan praktis dan pengalaman di lapangan.
“Mahasiswa ini bukan hanya memegang sertifikat ijazah. Mereka juga punya kompetensi-kompetensi lain,” ujar Suriansyah usai pelaksanaan yudisium di IKIP PGRI Kaltim, Jalan Suwandi, Samarinda.
Ia menjelaskan, penerapan kompetensi mahasiswa juga mulai diarahkan agar memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Setiap program studi didorong memiliki kontribusi sesuai bidang keilmuannya.
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi, misalnya, diarahkan untuk terlibat dalam pengembangan koperasi di tingkat desa. Sementara mahasiswa Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif didorong membantu pengembangan bengkel-bengkel kecil agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi standar industri.
“Karya mahasiswa tidak boleh berhenti di kampus. Harus ada dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.
Suriansyah juga menyebut pengalaman praktik lapangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Mahasiswa yang menjalani praktik pengalaman lapangan (PPL) maupun praktik kerja lapangan (PKL) diarahkan untuk membangun hubungan langsung dengan institusi tempat mereka menjalani praktik.
Bahkan, menurutnya, terdapat mahasiswa yang sudah mendapat komitmen atau peluang untuk kembali bekerja di sekolah tempat mereka menjalani PPL setelah menyelesaikan pendidikan.
Dengan pola tersebut, pengalaman mahasiswa selama praktik tidak berhenti setelah masa PPL atau PKL berakhir.
Hubungan yang telah terbangun dengan sekolah maupun tempat praktik diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi lulusan untuk melanjutkan karier setelah memperoleh gelar.
“Jadi ketika mereka praktik, kita arahkan supaya sekolah sudah mengenal kemampuan mereka. Harapannya setelah lulus mereka bisa langsung melanjutkan di sana,” jelasnya.
Selain kesiapan kerja, Suriansyah mengatakan mahasiswa juga memiliki pengalaman di luar bidang akademik.
Ia mencontohkan mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang sebagian di antaranya merupakan atlet dan pernah mewakili Kaltim dalam berbagai kompetisi.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal tambahan bagi lulusan untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga, baik sebagai guru, pelatih maupun pembina atlet.
“Bagi kami, bukan hanya sekadar mengajar, tapi mencoba mencari bibit-bibit yang memiliki potensi untuk atlet-atlet Kaltim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium sekaligus Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kaltim, Muammar mengatakan, yudisium sepanjang 2026 dilaksanakan dalam dua tahap.
Yudisium tahap pertama diikuti 73 mahasiswa, sedangkan tahap kedua diikuti 114 mahasiswa. Secara keseluruhan, terdapat 187 mahasiswa yang telah mengikuti yudisium sepanjang tahun ini.
“Dalam tahun 2026 ini IKIP PGRI menyelenggarakan yudisium sebanyak dua kali. Gelombang pertama kemarin sekitar 73 dan gelombang kedua 114, sehingga yang diwisuda ada 187,” ujarnya.
Pada yudisium tahap II, lulusan berasal dari tiga program studi. Pendidikan Kepelatihan Olahraga menyumbang 69 lulusan, disusul Pendidikan Ekonomi sebanyak 28 mahasiswa dan Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif sebanyak 17 mahasiswa.
Muammar mengatakan dominasi lulusan dari bidang olahraga sejalan dengan karakter IKIP PGRI Kaltim yang sejak lama memiliki kekuatan pada sektor tersebut.
“Yang mendominasi prodi olahraga karena IKIP PGRI memang dari zaman dulu kita punya branding di olahraga. Lebih separuh dari tiga prodi itu didominasi oleh prodi olahraga,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung seperti laboratorium olahraga juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan praktis selama menjalani pendidikan.
Seluruh mahasiswa yang telah mengikuti yudisium tahap pertama dan kedua selanjutnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada 14 Oktober 2026 di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.
