infosatu.co
EKONOMI

Populasi Kambing Kaltim Menyusut, Konsumsi Daging Domba Justru Melonjak

Teks: Peternak merawat kambing dan domba di salah satu peternakan. (Dok/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Populasi kambing di Kalimantan Timur (Kaltim) justru mengalami penurunan ketika permintaan terhadap daging domba terus meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi ketersediaan komoditas ternak lokal di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim mencatat populasi kambing turun dari 68.997 ekor pada 2021 menjadi 44.904 ekor pada 2025.

Sebaliknya, populasi domba menunjukkan pertumbuhan dalam periode yang sama. Jumlahnya meningkat dari 694 ekor pada 2021 menjadi 2.823 ekor pada 2025.

Kenaikan populasi domba tersebut sejalan dengan lonjakan konsumsi. DPKH Kaltim mencatat konsumsi daging domba meningkat drastis dari 16,51 ton pada 2021 menjadi 125,45 ton pada 2025.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan, perubahan tersebut menunjukkan adanya peluang yang dapat dikembangkan peternak lokal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar.

“Permintaan daging domba di Kalimantan Timur saat ini mengalami peningkatan,” kata Arief di Samarinda, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi pasar tersebut perlu diikuti dengan penguatan produksi dari tingkat peternak. Pemerintah tidak ingin peternak hanya mengandalkan penjualan ternak hidup, tetapi mulai mengembangkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Peternak didorong mengembangkan usaha hingga menghasilkan karkas, daging segar, daging beku, maupun berbagai produk olahan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas pasar hasil peternakan lokal.

Untuk memperkuat rantai usaha, DPKH Kaltim juga mendorong kemitraan antara peternak dengan pengusaha, pedagang, pemerintah hingga pelaku usaha kuliner.

Pengembangan kelembagaan peternak dilakukan melalui program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT). Program ini diarahkan untuk mengubah kelompok tani tradisional menjadi koperasi berbadan hukum yang memiliki orientasi bisnis.

Hingga proyeksi 2026, telah dikembangkan enam koperasi ternak kambing serta dua koperasi komoditas domba yang berada di Samarinda dan Bontang Utara.

Melalui penguatan koperasi dan hilirisasi, pemerintah berharap peningkatan permintaan daging domba dapat menjadi peluang ekonomi baru sekaligus mendorong peternakan lokal lebih mampu memenuhi kebutuhan pasar Kaltim.

Related posts

Kejar PAD Samarinda, Andi Harun Tak Akan Tambah Beban Pajak Warga

Emmy Haryanti

Samarinda Diminta Siapkan Sumber PAD Baru Jika Bankeu Kaltim 2027 Dihentikan

Emmy Haryanti

Samarinda Mulai Lepas dari Ketergantungan Tambang, Ekonomi Bergeser ke Jasa dan Perdagangan

Emmy Haryanti