Samarinda, Infosatu.co – Keluhan masyarakat terkait mutu beras Bulog, seperti beras patah dan menguning yang sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat meninjau sejumlah daerah, mendapat respons dari Perum Bulog.
Perum Bulog mengakui mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat masih menjadi perhatian. Menanggapi sorotan tersebut, Bulog memastikan masyarakat dapat menukarkan beras apabila produk yang diterima tidak sesuai standar.
Kepala Perum Bulog Cabang Paser-Penajam Paser Utara Muhammad Mukhlis mengatakan mutu beras dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kualitas gabah yang diserap hingga keterbatasan fasilitas pascapanen, khususnya proses pengeringan.
“Memang terkait kualitas menjadi salah satu perhatian kami. Gabah yang kami serap kualitasnya beragam, sementara infrastruktur mitra yang mengolah gabah menjadi beras juga masih terbatas,” ujarnya Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Mukhlis, keterbatasan fasilitas tersebut menjadi salah satu alasan Bulog mendorong dukungan pemerintah dalam penyediaan alat pengering modern bagi petani maupun mitra penggilingan.
Dengan proses pengeringan yang lebih baik, kualitas gabah dapat terjaga sehingga menghasilkan beras yang lebih berkualitas.
“Kami berharap ada dukungan alat pengering yang lebih modern sehingga gabah lebih cepat kering, penyimpanannya lebih baik, dan hasil berasnya juga lebih berkualitas,” katanya.
Meski demikian, Mukhlis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila menerima beras yang kualitasnya kurang baik. Bulog membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menukarkan beras yang tidak sesuai standar.
“Pada dasarnya Bulog siap mengganti kalau ada beras yang kualitasnya kurang baik atau tidak sesuai,” tegasnya.
Di sisi lain, Bulog juga menegaskan komitmennya mendukung target swasembada pangan di Kalimantan Timur sebagai offtaker yang menyerap gabah hasil panen petani.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi serapan gabah Bulog di Kaltim telah mencapai sekitar 59 persen dari target tahun berjalan, dengan nilai pembelian hasil panen petani mencapai sekitar Rp85 miliar.
Mukhlis pun mengajak seluruh pihak menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar target swasembada pangan dapat tercapai.
“Pesan kami sederhana, jaga lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan. Kalau ingin swasembada pangan terwujud, lahannya harus tetap dipertahankan,” pungkasnya.
