infosatu.co
PEMERINTAH

Tol Samarinda-Bontang Belum Bisa Dibangun, Masih Tunggu Status PSN

Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Samarinda dan Kota Bontang belum dapat direalisasikan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut proyek tersebut masih menunggu penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan pembangunan Tol Samarinda-Bontang merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Karena itu, pelaksanaannya baru dapat berjalan setelah proyek tersebut masuk dalam daftar PSN.

“Karena Tol Samarinda-Bontang adalah urusan kementerian. Itu belum PSN. Harus dimasukkan dulu ke Proyek Strategis Nasional, baru program itu bisa berjalan,” ujar Seno Aji saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin, 6 Juli 2026.

Seno menjelaskan, selama proyek tol belum berstatus PSN, Pemprov Kaltim akan memfokuskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada program-program yang menjadi prioritas dan kewenangan daerah.

Menurutnya, anggaran sekitar Rp12 triliun akan lebih dahulu diarahkan untuk membiayai program unggulan Gratispol, peningkatan sektor kesehatan, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada masyarakat.

“Program prioritas kita Gratispol. Lalu infrastruktur dan kesehatan. Standar pelayanan minimum itu harus kita wujudkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur penghubung antardaerah tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran setelah seluruh program prioritas terpenuhi.

Seno menambahkan, ruang fiskal daerah baru akan dimanfaatkan untuk program-program di luar prioritas utama setelah seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Salah satu yang masuk dalam tahap tersebut ialah pembangunan infrastruktur penghubung antarkabupaten dan kota yang dinilai tetap penting untuk mendukung konektivitas wilayah.

“Baru setelah itu, sisa anggaran yang ada kita gunakan untuk program lain, misalnya infrastruktur antarkabupaten-kota yang memang belum menjadi skala prioritas, tetapi tetap harus kita lakukan,” pungkasnya.

Related posts

Cetak Sawah Kaltim Tak Sekadar Buka Lahan, Brigade Pangan Disiapkan Kelola Produksi

Rizki

Kejar Swasembada Beras 2026, Kaltim Masih Defisit 188 Ribu Ton

Rizki

Kejar Swasembada Beras, Kaltim Tambah Usulan Cetak Sawah 12.837 Hektare

Rizki