Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pentingnya kesinambungan sinergi penegakan hukum dalam momentum pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Andi Harun memberi apresiasi tinggi kepada mantan Kepala Kejari Samarinda, Firmansyah Subhan, atas jejak pengabdian yang dinilai membekas kuat, tidak hanya di lingkup pemerintahan, tetapi juga dalam memori kolektif masyarakat.
“Bapak boleh meninggalkan jabatan, tapi jejak pengabdian itu telah tersimpan dalam nilai yang terbentuk di Samarinda,” ujar Andi Harun, Rabu malam, 15 April 2026.
Ia menyampaikan tiga harapan utama kepada Kajari baru, Haedar, yakni penguatan penegakan hukum, peningkatan sinergi kelembagaan, serta menjaga kondusivitas daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pengawalan pembangunan dan pencegahan korupsi sebagai prioritas bersama.
“Diskresi itu ada batasnya, tidak boleh melanggar hukum positif. Kami mohon bantuan untuk memperkuat program pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda,” katanya.
Sementara itu, mantan Kajari Samarinda, Firmansyah Subhan, menggambarkan Samarinda sebagai daerah dengan dinamika yang produktif dan solid dalam kerja sama lintas sektor.
Selama kurang lebih tiga tahun mengabdi, ia merasakan kuatnya kolaborasi antarinstansi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Kota Samarinda menunjukkan suatu hal yang sangat produktif, apapun yang dihadapi pasti bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung capaian penting Kejari Samarinda yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pemangku kepentingan, bukan semata kinerja internal kejaksaan.
Memasuki masa purna tugas struktural karena faktor usia, Firmansyah menyebut dirinya akan melanjutkan pengabdian sebagai jaksa ahli utama di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur.
“Kalau selama kebersamaan ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf, semua ini tidak lepas dari sinergi dan kebersamaan,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Samarinda yang dinilainya inklusif dan berorientasi kebangsaan.
“Beliau adalah sosok nasionalis, tidak mengedepankan kesukuan dan agama. Hal itulah yang membuat Samarinda menjadi kota yang beradab dan modern,” katanya.
Di sisi lain, Kajari Samarinda yang baru, Haedar, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi sinergi yang telah dibangun.
Ia mengaku telah memiliki pengalaman di Kaltim melalui penugasan sebelumnya di Kejati, sehingga tidak sepenuhnya asing dengan karakter daerah.
Dalam pernyataannya, Haedar menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang kompleks.
“Insyaallah mohon bimbingan arahan kedepannya agar kami bisa meneruskan apa yang telah dibangun oleh Pak Firman sebelumnya dan pemerintah kota. Tentunya tanpa sinergitas dan kolaborasi, tugas-tugas ke depan tidak dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi institusi penegak hukum, sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap kinerjanya ke depan.
“Kami sangat mohon dukungan dan doa agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Jika ada kekeliruan, mohon kami ditegur,” tuturnya.
Dengan pisah sambut resmi ini, Haedar kini resmi menahkodai Kajari Samarinda, membawa harapan besar untuk terus memperkuat fondasi hukum dan tata kelola pemerintahan kota Samarinda.
