infosatu.co
DPRD BONTANG

Legislator Nilai Penanganan Longsor Kanaan Tak Cukup dengan Tanggul Sementara

Teks: Anggota Komisi C DPRD Bontang Joni Alla Padang, menyoroti penanganan longsor di Kelurahan Kanaan yang dinilai masih bersifat sementara. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Jebolnya tanggul sementara di lokasi longsor bekas galian C kawasan Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, kembali memunculkan sorotan terhadap penanganan bencana yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang Joni Alla Padang menilai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah sejauh ini masih bersifat sementara dan belum memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah longsor kembali terjadi.

Menurut legislator PDIP itu, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama mengingat kawasan tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan saat hujan deras.

“Dampak itu memang bisa diminimalisasi sementara dengan pemasangan tanggul dan pengalihan aliran. Tapi itu hanya solusi sementara,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia mengatakan, longsor yang kembali terjadi setelah hujan deras membuktikan bahwa penanganan sebelumnya belum cukup kuat menahan aliran air dan material lumpur dari area bekas galian C.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 21 rumah warga terdampak material lumpur setelah tanggul sementara jebol diterjang derasnya aliran air hujan pada Kamis, 28 Mei 2026 lalu.

Joni mengaku prihatin karena kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi mulai menyiapkan langkah permanen.

“Yang harus kita perhatikan adalah keselamatan warga. Kita beruntung kejadian kemarin terjadi sore hari. Bayangkan kalau terjadi malam hari,” katanya.

Ia juga menyoroti belum tersedianya sistem drainase yang memadai di kawasan tersebut. Menurutnya, air hujan dari area perbukitan tidak memiliki saluran yang baik sehingga membebani tanggul sementara yang ada.

“Drainase di sana belum ada. Ketika hujan terus-menerus, air tertahan dan menggenang. Karena tanggulnya hanya sementara, saat beban air meningkat akhirnya jebol,” jelasnya.

Ia menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk membahas penanganan longsor secara lebih permanen, termasuk pembangunan drainase agar aliran air dapat terarah dengan baik.

“Walaupun skalanya kecil dan jumlah warga terdampak tidak terlalu banyak, kalau sudah ada potensi korban berarti ada persoalan yang harus diselesaikan,” tutupnya. (Adv)

Related posts

Fraksi PKB Dorong Penguatan Mitigasi dan Trauma Healing dalam Raperda Penanggulangan Bencana Industri

Rizki

Kewajiban Perusahaan dalam Penanganan Bencana Industri Mulai Dibahas DPRD Bontang

Rizki

Rencana Pengelolaan Pulau Beras Basah oleh Pihak Ketiga Harus Tetap Ramah bagi Warga

Rizki