
Samarinda, infosatu.co – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas serta memastikan aksi berjalan damai tanpa merusak fasilitas publik.
Demikian Samri mengingatkan kepada peserta aksi aliansi perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), yang berencana menggelar aksi demo pada Selasa depan 21 April 2026.
Menurut Samri, meski aksi tersebut ditujukan ke tingkat provinsi, dampaknya tetap akan dirasakan oleh masyarakat Kota Samarinda.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi berlangsung.
“Pesan saya, mari jaga kondusivitas dan keamanan. Menyampaikan aspirasi itu dilindungi undang-undang, tapi kita juga harus tetap menjaga fasilitas negara, jangan sampai ada yang dirusak,” katanya.
“Karena kalau yang dirusak, masyarakat kita juga nanti yang menanggung akibatnya,” ujar Samri, Rabu malam, 15 April 2026.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas negara yang ada dibangun dari pajak masyarakat, sehingga tidak semestinya menjadi sasaran dalam aksi unjuk rasa.
DPRD, Samri menyebut, tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Terkait maraknya donasi yang mengalir untuk mendukung aksi tersebut, Samri menilai hal itu sebagai bentuk kepedulian masyarakat.
“Itu tentunya tujuannya satu, merubah nasib. Kalau masyarakat menganggap kepemimpinan saat ini tidak berdampak, wajar untuk menyampaikan,” katanya.
Meski demikian, Samri mengingatkan agar gerakan tersebut benar-benar murni berasal dari aspirasi masyarakat, bukan ditunggangi kepentingan politik tertentu.
Ia mengaku khawatir aksi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, khususnya kelompok yang tidak puas dengan hasil kontestasi politik sebelumnya.
Menurutnya, potensi kepentingan di balik gerakan itu perlu diwaspadai agar tidak mengaburkan tujuan utama penyampaian aspirasi masyarakat.
Samri menambahkan, tingkat partisipasi publik nantinya akan menjadi tolok ukur apakah aksi tersebut benar-benar merepresentasikan suara masyarakat atau tidak.
“Kalau itu memang mengatasnamakan masyarakat, nanti akan kelihatan antusiasnya seperti apa. Tapi saya khawatir ini ditunggangi kepentingan politik, terutama dari pihak yang mungkin kecewa dalam kontestasi,” ungkapnya.
Samri berharap aksi yang direncanakan dapat berlangsung secara damai tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat luas.
