infosatu.co
EKONOMI

Pasokan Berkurang, Harga Bawang Merah dan Ayam Potong Merangkak Naik di Pasar Segiri

Teks: Salah satu lapak pedagang yang menyediakan berbagai macam bahan pangan pokok. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Kenaikan harga masih membayangi sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Segiri Samarinda. Dalam beberapa pekan terakhir, harga bawang merah dan ayam potong tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan akibat terbatasnya pasokan dari daerah penghasil.

Pedagang menyebut stok komoditas yang masuk ke pasar saat ini tidak sebanyak biasanya. Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen. Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok lainnya, termasuk minyak goreng kemasan, masih berada pada kisaran harga yang relatif stabil.

Pedagang sembako Pasar Segiri Sukmawati mengungkapkan harga bawang merah kini mencapai Rp65 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga normal yang umumnya berada di rentang Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

“Sekarang bawang merah sudah Rp65 ribu per kilo. Biasanya paling tinggi sekitar Rp50 ribu. Kalau bawang putih masih Rp40 ribu per kilo,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Segiri, Jumat 12 Juni 2026.

Menurutnya, untuk minyak goreng kemasan belum terjadi perubahan harga yang berarti. Produk kemasan dua liter masih dipasarkan antara Rp43 ribu hingga Rp47 ribu.

Kenaikan harga juga dirasakan pada komoditas ayam potong. Pedagang ayam, Firman mengatakan harga ayam saat ini berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp80 ribu per ekor, tergantung ukuran dan berat ayam yang dijual.

“Memang ada kenaikan. Harga satu ekor ayam sekarang sekitar Rp65 ribu sampai Rp80 ribu,” katanya.

Para pedagang menilai berkurangnya pasokan menjadi penyebab utama kenaikan harga yang terjadi di pasar. Selain itu, cuaca yang tidak menentu di sejumlah daerah sentra produksi turut memengaruhi hasil panen dan proses distribusi barang.

Khusus untuk ayam potong, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya biaya produksi di tingkat peternak. Harga pakan, bibit, serta ongkos distribusi yang lebih tinggi membuat harga jual ikut mengalami penyesuaian.

Dampak kenaikan tersebut mulai terlihat pada perilaku konsumen. Sejumlah pedagang mengaku sebagian pembeli kini lebih selektif dan mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan kemampuan ekonomi rumah tangga.

Para pedagang berharap pasokan dari daerah penghasil dapat kembali lancar sehingga harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama bawang merah dan ayam potong, dapat berangsur stabil dalam waktu dekat.

Related posts

Kadin Kaltim Ingatkan Pengusaha Lokal Tak Tertinggal di Tengah Geliat Investasi IKN

Rizki

Pengendalian Inflasi Bontang Fokus pada Stabilitas Pasokan dan Distribusi

Rizki

Target PAD Parkir Rp200 Miliar Hadapi Tantangan, Dishub Soroti Kondisi Ekonomi

Emmy Haryanti