Samarinda, Infosatu.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang melibatkan pelaku usaha lokal dalam program seragam sekolah gratis.
Namun, hingga saat ini produksi masih dikerjakan oleh penyedia dari luar daerah karena kapasitas produksi dan keseragaman mutu dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat.
Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan mengatakan pemerintah sebenarnya telah membahas kemungkinan memberdayakan penjahit maupun industri garmen lokal.
Meski demikian, kualitas produk yang seragam dan kemampuan memenuhi kebutuhan puluhan ribu paket menjadi pertimbangan utama.
“Kami memang mencoba menggalakkan produk lokal. Cuma kami masih mempertimbangkan kualitas pakaiannya agar sama, jangan sampai hasil dari satu penjahit dengan yang lain berbeda,” ujarnya usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Rahmat, program seragam gratis setiap tahun harus memenuhi kebutuhan lebih dari 63 ribu siswa baru SMA, SMK, dan SLB negeri di seluruh Kalimantan Timur.
Jumlah tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri apabila seluruh proses produksi diserahkan kepada pelaku usaha lokal.
Ia menjelaskan, selain kualitas, kemampuan menyelesaikan pesanan dalam waktu yang telah ditentukan juga menjadi perhatian pemerintah.
“Apakah mereka mampu menghasilkan lebih dari 63 ribu paket dalam waktu yang singkat, itu yang masih menjadi pertimbangan kami,” katanya.
Saat ini, pengadaan seragam dilakukan melalui sistem paket yang mencakup seragam sekolah, sepatu, dan tas. Masing-masing paket dikerjakan oleh penyedia yang telah ditetapkan melalui proses pengadaan sesuai ketentuan.
Rahmat menambahkan, Disdikbud tetap membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Jika ke depan terdapat skema yang mampu menjamin kualitas produk sekaligus memenuhi kapasitas produksi, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal.
“Mudah-mudahan ke depan ada masukan atau metode yang lebih baik. Kalau memang memungkinkan, tentu akan kami pertimbangkan,” pungkasnya.
