infosatu.co
NASIONAL

Komdigi Gandeng DPR RI Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Tengah Perkembangan Era Digital

Teks: Zoom Komdigi bersama DPR RI dalam forum diskusi "Pemberantasan Narkoba Menuju Indonesia Maju di Tengah Era Digital" secara daring. (Ist)

Jakarta, Infosatu.co – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba terus diperkuat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama DPR RI menggelar Forum Diskusi Publik secara daring bertema Pemberantasan Narkoba Menuju Indonesia Maju di Tengah Era Digital melalui Zoom, Selasa 30 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif dan akademisi yang membahas tantangan pemberantasan narkoba di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Anggota DPR RI Sukamta menilai penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan besar yang mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga berpotensi melemahkan ketahanan bangsa.

Ia mengatakan peredaran narkoba kini semakin kompleks dengan berbagai modus yang menyasar kalangan usia muda, termasuk pelajar. Kondisi itu menuntut adanya peningkatan kewaspadaan sekaligus edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.

“Narkoba sudah menjadi persoalan serius, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Kita berharap generasi muda memiliki kesadaran bahwa narkoba benar-benar merusak kehidupan dan berpotensi mendorong pelakunya melakukan berbagai tindak kejahatan lainnya,” ujar Sukamta.

Sementara, Dosen Universitas Al Azhar Indonesia Wildan Hakim menyebut narkoba sebagai ancaman yang dapat menghilangkan masa depan generasi muda. Ia menjelaskan dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyerang kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental serta produktivitas seseorang.

Wildan memaparkan bahwa kelompok usia 15 hingga 24 tahun masih menjadi kelompok yang paling rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, banyak korban yang terjebak karena tergiur janji kesenangan sesaat.

“Narkoba tidak pernah menawarkan kegagalan, tetapi selalu menawarkan kemenangan dan kesenangan yang semu. Banyak orang akhirnya menjadi korban karena tertipu oleh ilusi tersebut,” katanya.

Ia menilai penanganan persoalan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui edukasi kepada masyarakat, rehabilitasi bagi penyalahguna, penegakan hukum terhadap pelaku, serta sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.

Di tempat yang sama, Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, Rahmat Muhajir Nugroho menyoroti tantangan baru dalam pemberantasan narkoba seiring berkembangnya teknologi digital.

Menurutnya, kemunculan New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru membuat proses pengawasan dan penindakan menjadi semakin rumit.

“Saat ini telah terjadi evolusi ancaman narkoba. Bentuk dan modus peredarannya semakin canggih sehingga diperlukan harmonisasi regulasi serta penguatan pendekatan rehabilitatif dan pencegahan,” jelas Rahmat.

Ia menegaskan bahwa strategi pemberantasan narkoba tidak dapat hanya bertumpu pada penegakan hukum. Peran keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat dinilai sama pentingnya dalam membangun sistem pencegahan sejak dini.

Menutup diskusi, Wildan Hakim mengajak seluruh peserta mengambil peran aktif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan.

“Pemberantasan narkoba tidak akan pernah selesai hanya dengan slogan. Kita membutuhkan keberanian untuk peduli, bertindak, dan melaporkan apabila menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Banyak pengguna narkoba sejatinya adalah korban yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rahmat Muhajir Nugroho yang mengingatkan masyarakat agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun karena dampaknya dapat berlangsung seumur hidup.

“Sekali mencoba bisa menjadi sengsara selamanya. Narkoba mengancam siapa saja dan dapat masuk melalui berbagai jalur. Karena itu, kita semua harus waspada serta bersama-sama menjaga keluarga, sekolah, kampus, dan lingkungan dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Melalui forum tersebut, Komdigi dan DPR RI berharap kesadaran publik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba semakin meningkat.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan siap mendukung terwujudnya Indonesia Maju di era digital.

Related posts

Komdigi dan DPR RI Ajak Masyarakat Jadikan Literasi Digital Benteng Nilai Pancasila

Rizki

Teror Digital di Balik Pinjol Ilegal, Forum Publik Tekankan Pentingnya Literasi

Ratu

Ancaman Judi Online hingga Perundungan Siber, Literasi Digital Anak Mendesak Diperkuat

Emmy Haryanti