infosatu.co
Lifestyle

6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

Teks: ilustrasi seseorang yang menderita asam lambung. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Keluhan asam lambung naik cukup sering dialami masyarakat. Dalam istilah medis, kondisi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).

Gejalanya dapat berupa rasa panas atau terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, batuk, hingga suara serak.

Keluhan tersebut tidak selalu muncul karena satu jenis makanan. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memicu atau memperburuk refluks. Berikut beberapa di antaranya.

1. Makan Terlalu Banyak

Makan dalam porsi besar dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Kondisi ini dapat mempermudah isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan penderita keluhan asam lambung untuk menghindari makan berlebihan dan memilih porsi yang lebih kecil.

2. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Kebiasaan makan kemudian langsung berbaring dapat memperbesar kemungkinan terjadinya refluks. Kemenkes menyarankan memberi jeda beberapa jam antara makan dan tidur.

Dalam panduan klinis Kemenkes, penderita GERD dianjurkan tidak langsung tidur setelah makan, dengan jeda sekitar 2-4 jam.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Pemicu

Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat memperburuk gejala. Kemenkes mencantumkan makanan berlemak, pedas, lemon, saus tomat, cokelat, serta minuman berkarbonasi dan kopi sebagai makanan atau minuman yang dapat memicu refluks.

Artinya, tidak semua orang harus menghindari seluruh makanan tersebut. Namun, jika suatu makanan terbukti berulang kali memicu keluhan, konsumsinya sebaiknya dikurangi.

4. Merokok

Merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru dan jantung. Nikotin juga dapat memengaruhi otot sfingter esofagus bagian bawah yang berfungsi mencegah isi lambung naik ke kerongkongan.

Kemenkes menyebut merokok sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko refluks dan memperburuk kondisi terkait GERD.

5. Sering Makan Larut Malam

Makan malam terlalu larut, terutama jika kemudian segera berbaring, dapat memperbesar peluang terjadinya refluks.

Kemenkes memasukkan kebiasaan makan malam terlalu larut sebagai salah satu perilaku yang dapat memperburuk GERD.

6. Kurang Menjaga Berat Badan

Berat badan berlebih juga berkaitan dengan peningkatan risiko GERD. Tekanan yang lebih besar pada area perut dapat berkontribusi terhadap terjadinya refluks.

Karena itu, menjaga berat badan tetap sehat termasuk bagian dari perubahan gaya hidup yang dianjurkan dalam penanganan GERD.

Bukan Sekadar “Asam Lambung”

Istilah “asam lambung naik” sering digunakan untuk berbagai keluhan pencernaan. Padahal, GERD berbeda dengan maag atau gastritis, meskipun gejalanya dapat terasa mirip.

GERD terjadi ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Jika terjadi berulang dan tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan serta komplikasi pada kerongkongan.

Karena itu, keluhan yang sering kambuh sebaiknya tidak terus-menerus ditangani sendiri. Terlebih jika disertai kesulitan menelan, muntah darah, penurunan berat badan tanpa sebab, atau keluhan yang semakin berat.

Pada akhirnya, menjaga porsi makan, waktu makan, pilihan makanan, kebiasaan merokok, berat badan, dan jarak antara makan dengan waktu tidur dapat membantu mengurangi faktor yang memicu refluks.

Related posts

Buah Utuh atau Jus, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tubuh?

Rizki

Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Rizki

Mengenal Slow Living, Gaya Hidup yang Disebut Baik untuk Kesehatan Mental

Rizki