Samarinda, Infosatu.co – Pemerataan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Meski menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, ketersediaan tenaga medis spesialis di sejumlah daerah dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Merespons hal itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pemenuhan tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana, serta perluasan akses pelayanan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
“Pemenuhan dokter spesialis dasar menunjukkan peningkatan dari 38,89 persen menjadi 72,22 persen,” katanya, Senin 22 Juni 2026.
Peningkatan tersebut ditandai dengan bertambahnya jumlah rumah sakit yang memiliki tujuh dokter spesialis dasar lengkap. Jika sebelumnya hanya terdapat tujuh rumah sakit yang memenuhi standar tersebut, kini jumlahnya meningkat menjadi 13 rumah sakit.
“Pencapaian itu tidak terlepas dari berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui program penugasan khusus tenaga kesehatan untuk daerah yang masih mengalami kekurangan dokter spesialis,” ungkapnya.
Meski demikian, Seno mengakui tantangan pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap. Kondisi geografis Kaltim yang luas serta persebaran penduduk yang tidak merata menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi tenaga medis.
Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan melalui berbagai skema, termasuk integrasi kebutuhan tenaga medis dalam formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Pemerintah akan tetap mendorong pemerataan tenaga kesehatan melalui pemetaan kebutuhan, dukungan program penugasan khusus, serta integrasi pemenuhan tenaga kesehatan dalam formasi ASN dan PPPK,” pungkasnya.
