infosatu.co
POLITIK

Ketua Baru, Golkar Samarinda Diberi Target Minimal 10 Kursi DPRD

Teks: Sekretaris DPD I Golkar Kaltim, Husni Fahruddin. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Ketua baru DPD Partai Golkar Samarinda Andi Satya Adi Saputra langsung dihadapkan pada target politik menuju Pemilu 2029. Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) ingin perolehan kursi partai di DPRD Samarinda meningkat hingga minimal 10 kursi agar peluang merebut kembali posisi Ketua DPRD Samarinda terbuka.

Target tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim M Husni Fahruddin dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Samarinda, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Husni mengatakan, peningkatan perolehan kursi di Samarinda menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepengurusan baru di bawah Andi Satya. Terlebih, posisi Ketua DPRD Samarinda saat ini berasa di Partai Gerindra.

“Golkar Kaltim ingin Kota Samarinda ketua DPRD-nya dari Golkar. Untuk itu minimal, karena Gerindra hari ini sudah sembilan kursi, maka ke depan target kita harus di atas 10 kursi,” ujarnya.

Menurut Husni, target tersebut tidak bisa dicapai hanya melalui kerja internal partai. Ia berharap kepengurusan Andi Satya mampu mengonsolidasikan berbagai kelompok di tubuh Golkar, termasuk kader dari kepengurusan sebelumnya hingga generasi muda.

“Saya harap Andi Satya bisa menggaet rezim terdahulu, dari rezim ke kesinambungan, dan Gen Z. Kalau semua bisa dikompilasi menjadi kepengurusan yang terakomodir, saya yakin kekuatan Golkar akan semakin besar,” katanya.

Husni menilai Andi Satya memiliki modal politik untuk mengemban tugas tersebut. Ia menyebut dinamika internal yang berlangsung sebelum Musda akhirnya bermuara pada kesepakatan bersama dengan terpilihnya Andi Satya secara aklamasi.

Menurutnya, aklamasi tersebut menunjukkan adanya penyatuan berbagai kepentingan dan faksi di internal Golkar Samarinda.

“Bukan tanpa dinamika, tetap ada kontestasi. Namun kontestasi itu bisa disatukan menjadi aklamasi. Artinya, semua kepentingan, semua faksi, semua golongan menyatu dalam tubuh Andi Satya,” tuturnya.

Husni pun meminta seluruh kader dan jajaran Golkar Samarinda mengawal kepemimpinan Andi Satya hingga menghadapi agenda politik 2029.

Ia berharap ketua baru tersebut dapat meningkatkan popularitas sekaligus elektabilitas partai dan dirinya sebagai figur politik di Samarinda.

Ia bahkan mengaitkan penguatan posisi Andi Satya dengan peluang Golkar menghadapi Pemilihan Wali Kota Samarinda di masa mendatang.

Namun, menurutnya, seluruh proses tersebut harus dibangun melalui konsolidasi organisasi dan peningkatan kinerja politik terlebih dahulu.

“Jangan diolah-olah. Jangan dibuat sedemikian rupa, tetapi buatlah Andi Satya jadi ikon tokoh Kota Samarinda yang sekaligus sebagai Ketua Golkar Samarinda untuk melejit di 2029 menjadi tokoh yang paling populer dan elektabilitasnya paling tinggi di Kota Samarinda,” katanya.

Husni menegaskan, target peningkatan kursi DPRD Samarinda juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan posisi politik Golkar di Kota Tepian.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Kaltim, yakni 15 kursi dari total 55 kursi. Raihan tersebut mengungguli Gerindra yang memperoleh 10 kursi dan PDIP dengan sembilan kursi.

Di tingkat DPR RI daerah pemilihan Kaltim, Golkar juga menjadi salah satu partai dengan perolehan suara tertinggi, yakni 538.147 suara pada Pemilu 2024.

Husni berharap capaian di tingkat provinsi tersebut dapat menjadi modal bagi Golkar Samarinda untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

“Dengan bantuan kawan-kawan di DPRD Kaltim berkolaborasi dengan DPRD Kota Samarinda, kita buat Kota Samarinda mendapatkan kursi lebih dari 10,” pungkasnya.

Related posts

Andi Satya Resmi Nakhodai Golkar Samarinda, Siap Lanjut Pilwali

Rizki

Andi Harun akan Dukung Calon Wali Kota yang Tak Pakai Politik Uang

Rizki

Andi Harun Ungkap Hasil Survei Politik Samarinda, Pilihan Pemilih Disebut Dipengaruhi Wali Kota

Rizki