infosatu.co
POLITIK

Andi Harun Ungkap Hasil Survei Politik Samarinda, Pilihan Pemilih Disebut Dipengaruhi Wali Kota

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun pada Musda ke-XI DPD Golkar Kota Samarinda. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Samarinda menjadi salah satu ruang bagi para elite politik membaca kembali dinamika politik Kota Tepian. Selain membahas arah organisasi dan konsolidasi internal, forum tersebut juga menyinggung perubahan pola pilihan masyarakat menjelang agenda elektoral mendatang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut terdapat perubahan dalam preferensi politik masyarakat yang menurutnya perlu dibaca oleh seluruh partai politik.

Ia menyatakan salah satu temuan dalam survei tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara preferensi pemilih dengan figur wali kota yang sedang menjabat.

“Ini baru pertama yang saya bocorkan. Saya habis melakukan survei di Samarinda. Preferensi pemilu di Kota Samarinda itu ada kaitannya dan besar pengaruhnya dengan wali kota sekarang,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Samarinda, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Meski tidak membeberkan angka maupun metodologi survei, Andi Harun menilai temuan tersebut menggambarkan adanya pengaruh figur kepala daerah terhadap dinamika pilihan politik masyarakat.

Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan proses politik yang telah berlangsung selama dua periode kepemimpinannya di Samarinda. Menurutnya, selama masa tersebut kualitas pilihan politik masyarakat terus berkembang.

“Selama dua periode kepemimpinan saya, saya berupaya meningkatkan kualitas proses demokrasi dan pilihan politik masyarakat di Samarinda,” katanya.

Menurut Andi Harun dua periode itu, perubahan preferensi masyarakat tersebut menjadi bagian dari dinamika yang perlu diperhatikan seluruh kekuatan politik di Samarinda.

Ia pun mengingatkan agar partai politik tidak hanya berorientasi pada agenda pemilihan kepala daerah, tetapi terlebih dahulu mengukur kekuatan mereka melalui kontestasi legislatif.

“Jangan dulu buru-buru bicara soal pilkada. Kasih tugas dulu, mampu tidak. Kita uji dulu pemimpin-pemimpin partai kita,” ujarnya.

Ia menilai perolehan kursi di DPRD dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana sebuah partai mampu mempertahankan maupun meningkatkan dukungan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun turut menyinggung posisi Partai Golkar Samarinda yang saat ini memiliki delapan kursi di DPRD Samarinda. Menurutnya, capaian tersebut masih perlu diuji kembali dalam pemilu mendatang.

“Sekarang di Samarinda Golkar delapan kursi. Siapa pun ketua Golkar nanti yang terpilih, kalau raihannya masih delapan berarti stagnan,” tegasnya.

Related posts

Musda XI Golkar Samarinda, Andi Satya Bidik Golkar Jadi Kekuatan Politik Utama pada 2029

Rizki

DPRD Kaltim Nilai Data Kurang Salur Jadi Kunci Perjuangan TKD ke Pusat

Rizki

Musda Golkar Samarinda Digelar 8 Agustus, Andi Satya Maju sebagai Calon Tunggal

Rizki