Samarinda, Infosatu.co – Pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Samarinda diwarnai tingginya antusiasme masyarakat. Di SMP Negeri 22 Samarinda, puluhan calon peserta didik bersama orang tua tampak mendatangi sekolah untuk memperoleh informasi dan pendampingan terkait proses pendaftaran.
Meski seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara daring, kehadiran warga ke sekolah tetap cukup tinggi. Sebagian besar ingin memastikan prosedur yang mereka jalani sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Anggota Tim Pelayanan SPMB SMPN 22 Samarinda Deny Firmansyah mengatakan, pihak sekolah telah menyiapkan layanan khusus untuk membantu masyarakat memahami mekanisme pendaftaran yang diterapkan tahun ini.
“Proses pendaftaran tetap dilakukan secara online melalui perangkat masing-masing. Kami hanya memberikan pendampingan dan penjelasan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bantuan,” katanya, Jumat 12 Juni 2026.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, sekolah menugaskan enam petugas yang bertugas memberikan informasi sekaligus membantu calon siswa maupun orang tua yang mengalami kebingungan selama proses registrasi.
Deny menjelaskan, mayoritas warga yang datang tidak menghadapi kendala teknis dalam mengakses sistem. Mereka lebih banyak meminta penjelasan mengenai tahapan dan aturan SPMB yang baru diterapkan sehingga ingin memperoleh kepastian secara langsung dari pihak sekolah.
Menurutnya, sistem penerimaan yang digunakan saat ini cukup baik dan memudahkan proses seleksi. Namun karena masih tergolong baru, diperlukan sosialisasi yang lebih luas agar masyarakat semakin memahami mekanismenya.
“Banyak yang datang untuk memastikan langkah-langkah yang mereka lakukan sudah benar. Karena ini sistem baru, mereka merasa lebih tenang jika mendapat penjelasan langsung dari sekolah,” ungkapnya.
Pada tahap awal SPMB, jalur yang dibuka meliputi afirmasi, prestasi akademik, prestasi non-akademik, serta mutasi atau perpindahan tugas orang tua. Sementara jalur domisili dijadwalkan dibuka pada tahap berikutnya.
Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pagi hari, baik dari jumlah warga yang datang ke sekolah maupun pendaftar yang terus mengakses sistem secara daring.
Deny menambahkan, pada tahap pertama ini calon peserta didik hanya diperbolehkan memilih satu sekolah tujuan. Kondisi tersebut membuat para pendaftar dan orang tua lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan.
“Tahap ini hanya memberikan kesempatan memilih satu sekolah, sehingga banyak calon siswa dan orang tua yang benar-benar mempertimbangkan keputusan mereka,” jelasnya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMPN 22 Samarinda menyediakan kuota sebanyak 352 siswa yang akan dibagi ke dalam 11 rombongan belajar. Dari total daya tampung tersebut, jalur prestasi non-akademik mendapat alokasi sebesar lima persen.
“Besarnya animo masyarakat menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap SMPN 22 Samarinda. Selama ini sekolah ini dikenal aktif meraih berbagai prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga menjadi salah satu tujuan favorit bagi calon peserta didik baru,” pungkasnya.
