Bontang, Infosatu.co – Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak balita di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 2 mencatat tingkat partisipasi tinggi hingga Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan gizi maupun stunting pada anak.
Berdasarkan data terbaru, Kelurahan Guntung mencatat capaian kehadiran balita mencapai 100 persen. Seluruh sasaran sebanyak 351 balita telah mengikuti penimbangan dan pengukuran di posyandu.
Sementara itu, Kelurahan Loktuan mencatat tingkat partisipasi sebesar 98,67 persen. Dari total sasaran 1.206 balita, sebanyak 1.190 anak telah hadir mengikuti pemeriksaan.
Dalam pelaksanaannya, kader dan petugas posyandu melakukan empat tahapan pemeriksaan, yakni penimbangan berat badan, pengukuran panjang atau tinggi badan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta deteksi dini risiko stunting.
Data hasil pemeriksaan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, maupun faktor risiko stunting yang memerlukan pendampingan lebih lanjut.
Selain memperbarui data tumbuh kembang anak, hasil operasi timbang juga menjadi dasar penyusunan program kesehatan dan intervensi stunting di tingkat kelurahan maupun kota.
Setelah seluruh data terkumpul, pemerintah akan melakukan pemetaan untuk menentukan prioritas penanganan, mulai dari edukasi keluarga hingga intervensi terhadap anak yang terindikasi mengalami masalah pertumbuhan.
Salah satu orang tua balita di Kelurahan Loktuan, Andini, mengatakan operasi timbang serentak membuat orang tua lebih mudah mengetahui kondisi tumbuh kembang anak sejak dini.
Menurutnya, pemeriksaan rutin di posyandu penting dilakukan agar jika ditemukan gangguan pertumbuhan, penanganan bisa segera diberikan.
“Kalau rutin diperiksa seperti ini, orang tua jadi lebih tenang karena pertumbuhan anak terus dipantau,” ujarnya usai mengikuti penimbangan di posyandu, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia juga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala karena membantu masyarakat memperoleh layanan pemantauan kesehatan balita dengan lebih mudah.
“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus karena orang tua bisa lebih cepat tahu kondisi anaknya,” tandasnya.
