Samarinda, Infosatu.co – Peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan daya saing lulusan masih menjadi tantangan yang harus dijawab Universitas Mulawarman (Unmul). Karena itu, pemilihan rektor (Pilrek) 2026 dinilai tidak boleh hanya menjadi ajang perebutan jabatan, melainkan momentum menghadirkan gagasan nyata untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi.
Pengamat Politik Unmul Saipul Bachtiar menilai sivitas akademika kini membutuhkan pemimpin yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan kampus melalui program kerja yang realistis dan dapat diukur keberhasilannya.
Menurutnya, masih banyak aspek yang memerlukan perhatian serius, mulai dari peningkatan kualitas akademik, penguatan tata kelola universitas, pengembangan riset dan inovasi, hingga upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Yang dibutuhkan warga kampus adalah solusi. Bagaimana calon rektor mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi Universitas Mulawarman dengan program yang jelas dan bisa diimplementasikan,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan seorang rektor ke depan tidak cukup diukur dari kemampuan menyampaikan visi yang menarik. Yang lebih penting adalah sejauh mana visi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika.
Karena itu, setiap kandidat dinilai perlu memaparkan strategi yang jelas beserta target pencapaian dan indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi selama masa kepemimpinannya.
“Kontestasi ini jangan berhenti pada penyampaian visi yang normatif. Publik kampus ingin mengetahui bagaimana strategi yang akan dilakukan, target yang ingin dicapai, serta langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya,” tuturnya.
Saipul berpandangan Pilrek semestinya menjadi ruang adu gagasan untuk mencari formula terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Unmul. Persaingan antarkandidat seharusnya mendorong lahirnya inovasi dan terobosan baru, bukan justru memunculkan polarisasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah kontestasi. Namun, seluruh proses harus tetap diarahkan pada kepentingan bersama, yakni membangun Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul.
Ia pun berharap para kandidat lebih banyak menampilkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta program yang benar-benar menjawab kebutuhan kampus. Dengan demikian, sivitas akademika dapat menilai calon rektor berdasarkan kualitas gagasan, bukan sekadar popularitas.
Melalui proses tersebut, Pilrek diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat ekosistem riset, dan mendorong daya saing lulusan Unmul di masa mendatang.
