infosatu.co
EKONOMI

Ekonomi Lesu, Pembelian Sapi Kurban di Samarinda Ikut Menyusut

Teks: Rama Setia Nugraha, Pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, infosatu.co – Penjualan sapi kurban di Kota Samarinda pada Iduladha 2026 disebut belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan sejumlah pedagang hewan kurban meski harga sapi tahun ini masih relatif stabil.

Pedagang sapi kurban di kawasan Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Rama Setia Nugraha atau yang akrab disapa Danu, mengatakan jumlah sapi yang terjual tahun ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

“Kalau tahun-tahun kemarin kami bisa jual sampai 500 ekor. Kalau tahun ini masih di bawah 350,” ujarnya saat dikonfirmasi infosatu.co, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut Danu, kondisi ekonomi masyarakat diduga turut memengaruhi pola pembelian hewan kurban tahun ini. Meski masih ada pembeli dari kelompok masyarakat maupun perusahaan, transaksi dinilai belum terlalu ramai dibanding Iduladha sebelumnya.

Namun demikian, ia menyebut sejumlah pelanggan tetap sudah mulai melakukan pemesanan lebih awal dengan memberikan uang muka untuk mengamankan sapi pilihan mereka.

“Ada juga pelanggan yang datang lebih awal, lihat sapi yang cocok lalu langsung kasih DP supaya tidak diambil orang lain,” katanya.

Sapi yang dijual di lapaknya sebagian besar didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur laut. Meski biaya operasional seperti BBM mengalami kenaikan, harga sapi kurban tahun ini disebut masih relatif terkendali.

“Kalau harga sekarang kisarannya dari Rp15 juta sampai yang paling besar sekitar Rp35 juta,” jelasnya.

Untuk sapi dengan harga tertinggi, bobotnya dapat mencapai sekitar 400 hingga 450 kilogram dan biasanya dibeli secara kolektif oleh kelompok masyarakat atau perusahaan.

Selain sapi, lapaknya juga menyediakan kambing kurban dengan harga mulai Rp3,5 juta hingga Rp10 juta tergantung ukuran dan kualitas hewan.

Danu menambahkan, waktu puncak pembelian hewan kurban biasanya sulit diprediksi karena karakter pembeli yang berbeda-beda setiap tahun.

“Kalau puncak pembelian sebenarnya tidak tentu juga. Ada yang beli dari jauh hari, bahkan ada juga yang lewat hari raya baru datang beli,” tuturnya.

Meski kondisi penjualan belum sepenuhnya ramai, ia memastikan stok hewan kurban untuk masyarakat Samarinda tahun ini masih aman dan mencukupi kebutuhan hingga Iduladha.

“Yang jelas kami tetap berusaha menyediakan sapi dengan kualitas baik dan harga yang masih bisa dijangkau masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Rupiah Bergejolak, Mata Uang Apa yang Paling Aman untuk Investasi?

Emmy Haryanti

Harga di Bontang Terpantau Stabil, Daging Sapi Rp165 Ribu per Kg

Rizki

Harga Sembako di Bontang Mulai Naik, Cabai Lokal Tembus Rp90 Ribu per Kg

Rizki