Samarinda, Infosatu.co – Bawang putih dan bawang merah dikenal sebagai bumbu dapur yang kaya manfaat bagi kesehatan. Namun, di balik khasiatnya, kedua jenis bawang ini juga dapat memicu munculnya bau badan dan bau napas yang lebih menyengat pada sebagian orang.
Fenomena tersebut bukan sekadar mitos. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bawang mengandung senyawa sulfur atau belerang yang bersifat mudah menguap (volatile sulfur compounds). Saat bawang dipotong atau dikunyah, senyawa tersebut terbentuk dan kemudian diserap ke dalam aliran darah setelah dicerna.
Selanjutnya, sebagian senyawa sulfur dikeluarkan melalui paru-paru saat bernapas dan melalui kelenjar keringat. Ketika bercampur dengan bakteri alami yang hidup di permukaan kulit, senyawa itu dapat menghasilkan aroma tubuh yang lebih tajam.
Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed menjelaskan bahwa konsumsi bawang putih menghasilkan senyawa sulfur volatil yang dapat terdeteksi pada embusan napas manusia. Senyawa tersebut menjadi penyebab utama aroma khas bawang yang bertahan selama beberapa jam setelah dikonsumsi.
Selain itu, tinjauan ilmiah yang diterbitkan di National Institutes of Health (NIH) menyebutkan bahwa aroma khas bawang dan bawang putih berasal dari berbagai senyawa organosulfur, termasuk allicin dan turunannya. Senyawa inilah yang memberikan bau menyengat sekaligus berkontribusi terhadap manfaat kesehatan bawang.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak semua orang akan mengalami bau badan dengan intensitas yang sama. Faktor genetik, pola makan, jumlah keringat, hingga komposisi bakteri pada kulit turut memengaruhi munculnya aroma tubuh setelah mengonsumsi bawang.
Untuk mengurangi bau yang ditimbulkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi yogurt, apel, daun mint, atau teh hijau setelah makan bawang dapat membantu menurunkan kadar senyawa sulfur penyebab bau. Menjaga kebersihan tubuh, menggunakan deodoran, serta memenuhi kebutuhan cairan juga dapat membantu meminimalkan bau badan.
Di sisi lain, manfaat bawang bagi kesehatan tetap tidak bisa diabaikan. Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif di dalamnya telah lama dikaitkan dengan berbagai manfaat, seperti membantu menjaga kesehatan jantung, memiliki efek antiradang, serta berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis penyakit. Karena itu, tidak ada alasan untuk menghindari konsumsi bawang sepenuhnya.
Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara wajar dan tetap menjaga kebersihan tubuh apabila khawatir dengan munculnya bau badan setelah mengonsumsi makanan berbumbu bawang.
