Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan tetap membangun jalan menuju empat desa terisolasi di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, meski ruas tersebut berstatus jalan kabupaten.
Jalan yang akan ditangani menghubungkan Simpang Bongan hingga Kampung Gerunggung dengan total panjang sekitar 46 kilometer. Dari panjang tersebut, sekitar 30 kilometer menjadi prioritas penanganan dengan target pekerjaan dimulai Agustus 2026 dan rampung pada akhir tahun.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan, status jalan tidak menjadi penghalang percepatan pembangunan karena kebutuhan masyarakat dinilai lebih mendesak.
“Statusnya memang jalan kabupaten. Mekanismenya bisa melalui bantuan keuangan kepada kabupaten atau provinsi yang langsung membangun. Setelah selesai, aset jalannya akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” ujar Fitra Firnanda, Minggu 12 Juli 2026.
Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk membuka akses menuju empat desa, yakni Lemper, Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.
Selama ini, buruknya akses jalan menjadi salah satu penyebab tiga desa masih berstatus tertinggal. Sementara Desa Lemper baru naik menjadi desa berkembang pada tahun lalu. Pemerintah berharap peningkatan infrastruktur mampu mempercepat kemajuan desa-desa tersebut.
Komitmen pembangunan itu ditegaskan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau langsung empat desa tersebut pekan lalu. Ia memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap berhak memperoleh pelayanan dasar yang sama dengan daerah lain.
“Akses boleh jauh, akses boleh sulit. Tapi mereka tidak boleh kehilangan standar pelayanan minimum. Karena itu pemerintah harus hadir,” tegas Rudy.
Pembangunan jalan ini menjadi salah satu langkah Pemprov Kaltim untuk menghapus desa tertinggal sekaligus membuka keterisolasian wilayah di pedalaman Kutai Barat.
