infosatu.co
OLAHRAGA

KONI Kaltim Masih Perjuangkan 64 Cabor Tetap Dipertandingkan di Porprov Paser

Teks: Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur masih mengupayakan agar seluruh 64 cabang olahraga (cabor) dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser.

Salah satu skema yang diajukan ialah merasionalisasi atau menyesuaikan jumlah nomor pertandingan agar anggaran penyelenggaraan lebih efisien tanpa mengurangi jumlah cabang olahraga yang diperlombakan.

Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengatakan pembahasan bersama Pengurus Besar (PB) Porprov dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Paser masih berlangsung.

Hingga kini, keputusan mengenai daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan belum ditetapkan secara final.

Menurutnya, yang menjadi fokus pembahasan bukan pengurangan cabang olahraga, melainkan penyesuaian jumlah nomor pertandingan pada masing-masing cabor.

Sebab, terdapat sejumlah cabang yang mengusulkan nomor pertandingan melebihi ketentuan yang lazim dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita masih mengupayakan agar semua cabor itu bisa bertanding. Yang kita minta dirasionalisasikan adalah nomor-nomor tandingnya supaya bisa menghemat biaya dan anggarannya bisa dialokasikan untuk cabor-cabor yang lain,” ujar Anderiy, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menegaskan KONI Kaltim tidak memberikan tekanan kepada pengurus cabang olahraga dalam proses rasionalisasi tersebut. Keputusan mengenai penyesuaian nomor pertandingan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pengurus besar cabang olahraga.

“Kami dari KONI tidak ada tekanan, tidak memaksa mereka. Bahkan kalau ada pengurus kita yang juga menjadi pengurus cabor dan mengusulkan nomor tanding lebih banyak, tidak apa-apa dirasionalisasikan saja. Komitmen kami, semua cabor tetap diperjuangkan agar bisa dipertandingkan,” katanya.

Senada, Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan langkah efisiensi dari sisi anggaran penyelenggaraan.

Dalam waktu dekat, KONI akan meminta PB Porprov menyampaikan rincian kebutuhan anggaran dari masing-masing cabang olahraga untuk kemudian dievaluasi bersama.

Menurut Nidya, sejumlah kebutuhan, seperti penyewaan peralatan pertandingan, dapat ditekan dengan memanfaatkan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui mekanisme pinjam pakai.

“Kalau peralatannya sudah ada di pemprov atau Dispora Kaltim, tentu tidak perlu disewa lagi. Itu yang sedang kami upayakan supaya biaya penyelenggaraan bisa lebih efisien dan tidak membebani PB Porprov,” ujarnya.

KONI Kaltim menargetkan kepastian mengenai jumlah cabang olahraga maupun nomor pertandingan yang akan diperlombakan dapat diperoleh dalam beberapa hari ke depan setelah pembahasan bersama PB Porprov selesai dilakukan.

Related posts

Budaya Olahraga Tak Akan Tumbuh jika Organisasi Hanya Aktif di Atas Kertas

Emmy Haryanti

Anak Muda Lebih Sibuk dengan Gawai, Regenerasi Atlet Kaltim Terancam

Rizki

Kaltim Berpeluang Gantikan Palu Tuan Rumah Fornas 2027, IKN Disiapkan Jadi Venue Utama

Rizki