infosatu.co
EKONOMI

Wastra Kaltim Didorong Naik Kelas, Industri Fashion Dinilai Punya Potensi Ekonomi

Teks: Talkshow Fashion dan Wastra Outlook yang digelar di Gedung Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim. (Ist/Pemprov Kaltim)

Samarinda, Infosatu.co – Wastra Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk industri fashion yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Kekayaan motif dan teknik tradisional yang dimiliki daerah dinilai dapat menjadi modal untuk menciptakan produk fashion yang lebih kompetitif.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kaltim Titit Lestari mengatakan pengembangan wastra tidak cukup berhenti pada upaya mempertahankan keberadaannya. Potensi tersebut perlu diolah melalui inovasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Fashion menjadi salah satu bukti nyata bagaimana kekayaan budaya kita dapat diolah, dikembangkan, dan memberi nilai tambah yang nyata,” ungkapnya.

Menurutnya, Kaltim memiliki beragam motif dan teknologi tradisional dalam pembuatan wastra yang dapat dikembangkan menjadi sumber inspirasi industri fashion.

Pengembangan desain menjadi salah satu kunci agar produk berbasis wastra tidak hanya diminati pasar lokal. Motif tradisional dapat dipadukan dengan konsep dan kebutuhan fashion masa kini sehingga memiliki daya tarik bagi pasar yang lebih luas.

Keberagaman budaya yang ada di Kaltim juga membuka peluang munculnya inovasi fashion dengan karakter khas. Terlebih, Kaltim menjadi tempat bertemunya berbagai latar budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ke depan Kaltim tak hanya akan menjadi rumah bagi berbagai budaya dari seluruh Nusantara, tetapi juga tempat lahirnya budaya fesyen baru,” katanya.

Ia menilai Indonesia termasuk Kaltim, tidak kekurangan bahan untuk mengembangkan industri fashion berbasis budaya. Tantangannya adalah mengolah kekayaan tersebut menjadi produk yang relevan dengan perkembangan zaman dan memiliki daya saing.

Produk wastra yang mampu beradaptasi dengan tren, menurutnya, berpeluang memperluas pasar dari tingkat daerah hingga internasional.

Ketua BPP FASCREEYA Indonesia Anas Maghfur juga melihat wastra sebagai bagian dari peluang industri kreatif yang dapat dikembangkan lebih serius.

Menurutnya, wastra dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku fashion untuk menciptakan produk baru.

“Wastra bukan sekadar peninggalan masa lalu dan merupakan sumber inspirasi, sumber kreativitas, sekaligus peluang industri yang nyata,” tutur Anas.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem fashion berbasis budaya di Kaltim sekaligus mendorong wastra memiliki nilai ekonomi dan pasar yang lebih luas.

Related posts

DPD RI Bicara Masa Depan SDM Lokal di Tengah Ketergantungan Industri Bontang

Rizki

Pertumbuhan Industri Bontang Belum Sepenuhnya Merata, Kesenjangan Jadi Ujian Persatuan

Rizki

Inflasi Kaltim 3,83 Persen, Transportasi dan Pangan Paling Menekan Dompet Warga

Emmy Haryanti