infosatu.co
EKONOMI

1.500 Kios Pasar Pagi Masih Kosong, Disdag Ultimatum Pedagang Segera Tempati

Teks: Kepala Disdag Kota Samarinda Nurrahmani saat diwawancara di Gedung DPRD Samarinda. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pemanfaatan kios di Pasar Pagi Kota Samarinda belum berjalan optimal. Dari sekitar 2.500 kios yang telah dialokasikan, tercatat sekitar 1.500 unit masih belum ditempati pedagang hingga saat ini.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Perdagangan (Disdag) karena berdampak pada belum pulihnya aktivitas ekonomi di kawasan pasar tersebut.

Pemerintah menilai, keterlambatan pengisian kios dipicu kecenderungan sebagian pedagang yang masih menunggu kondisi pasar kembali ramai sebelum mulai berjualan.

“Kalau menurut saya psikologi pedagang itu biasanya menunggu, kalau sudah ramai baru mau masuk. Padahal kalau saling menunggu, tidak ada titik temunya,” kata Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani di Gedung DPRD Samarinda, Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, Pasar Pagi bukanlah kawasan investasi yang menunggu nilai keuntungan, melainkan ruang aktivitas ekonomi yang harus segera dimanfaatkan untuk mendukung perputaran perdagangan masyarakat.

Sebagai langkah percepatan, Disdag akan segera mengeluarkan imbauan kepada pedagang agar segera menempati kios yang telah disediakan. Pihaknya juga menegaskan adanya kewajiban pengisian kios dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.

“Kami akan menyampaikan agar pedagang segera mengisi tempat itu. Sesuai perjanjian, tiga bulan setelah ditandatangani seharusnya sudah ditempati,” katanya.

Jika hingga batas waktu yang ditentukan kios masih belum digunakan, pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi dan penataan ulang, termasuk kemungkinan pengalihan kepada pedagang lain yang lebih siap beraktivitas.

“Kalau tidak ditempati akan kita kembalikan ke pemerintah daerah untuk diberikan kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan,” tambahnya.

Pemerintah menetapkan batas waktu hingga Agustus sebagai tenggat akhir pengisian kios di kawasan tersebut.

Selain persoalan okupansi kios, pemerintah juga mengakui bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Pagi belum sepenuhnya berkembang sesuai harapan. Kondisi ini turut dipengaruhi faktor kehati-hatian pedagang dalam memulai usaha di lokasi baru.

Di sisi lain, keterisian kios dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat. Minimnya aktivitas di dalam pasar membuat sebagian pedagang lain masih ragu untuk mulai beroperasi.

“Kalau tidak penuh dulu mereka khawatir barang tidak lengkap. Ini yang sedang kami benahi,” terangnya.

Pemerintah juga telah melakukan langkah penertiban terhadap aktivitas perdagangan di area yang tidak sesuai peruntukan, termasuk koridor dan ruang publik pasar. Berdasarkan laporan sementara, aktivitas tersebut mulai berkurang setelah dilakukan surat imbauan dan penertiban.

“Sudah mulai tidak ada lagi di bawah tangga, dan sudah kami surati. Ke depan akan ada diskusi lagi terkait pemanfaatan ruang publik,” jelasnya.

Selain persoalan okupansi, sejumlah fasilitas penunjang di Pasar Pagi juga masih dalam tahap penyempurnaan. Pemerintah saat ini tengah membahas kebutuhan infrastruktur seperti kelistrikan serta fasilitas pendukung lainnya bersama pihak terkait, termasuk PLN dan Sekretariat Daerah.

Sementara itu, wacana penambahan fasilitas seperti eskalator juga masih dalam tahap kajian awal dan belum dibahas secara teknis.

“Besok saya akan bertemu Bu Sekda untuk membicarakan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan akan terus mendorong percepatan pemanfaatan Pasar Pagi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Berbagai langkah seperti pengisian kios, penataan fasilitas, hingga evaluasi sistem pengelolaan akan dilakukan secara bertahap.

“Dengan optimalnya pemanfaatan seluruh kios dan dukungan infrastruktur yang memadai, pemerintah berharap Pasar Pagi dapat kembali menjadi salah satu pusat perdagangan utama yang aktif dan berdaya saing di Kota Tepian,” pungkasnya.

Related posts

Potensi Pajak dari Ribuan Alat Berat Belum Tergarap, Pemprov Kaltim Kejar Sumber PAD Baru

Emmy Haryanti

Telan Rp468 Miliar, Pengamat Soroti Kualitas Bangunan Pasar Pagi

Emmy Haryanti

Potensi Defisit Mengintai, Pemprov Kaltim Mulai Siapkan Langkah Antisipasi

Ratu