Samarinda, Infosatu.co – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur Sugiyono menggelar kegiatan Sarasehan Kebangsaan bertema “Meneladani Pemikiran Bung Karno untuk Samarinda Maju” di Bagios Cafe Samarinda, Minggu, 21 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh kader PDI Perjuangan, khususnya anggota legislatif. Sugiyono menyebut, momentum ini penting untuk kembali memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
“Bulan Juni adalah Bulan Bung Karno. Jadi setiap anggota DPR, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan, diwajibkan mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan Hari Bung Karno,” ujarnya.
Selain sarasehan, Sugiyono juga sebelumnya mengadakan kegiatan bertajuk Dedication of Life yang dilakukan secara daring. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong mahasiswa dan generasi Z memahami pemikiran serta perjuangan Bung Karno.
Menurutnya, pemahaman terhadap ideologi bangsa, termasuk Pancasila dan marhaenisme, sempat terhambat pada masa orde baru dan baru kembali berkembang pascareformasi.
“Kita ingin anak-anak muda tahu apa itu marhaen, bagaimana Bung Karno memperjuangkan kaum kecil, kaum yang serba kekurangan,” jelasnya.
Sugiyono tidak hanya mengundang konstituennya, tetapi juga mahasiswa dan insan media. Ia berharap forum diskusi seperti ini mampu membuka wawasan serta memperkuat pemahaman kebangsaan.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dibiayai secara pribadi sebagai bentuk komitmen untuk turun langsung ke masyarakat, bukan sekadar menyampaikan gagasan di media.
“Saya tidak ingin hanya bicara, tapi tidak merealisasikan. Yang penting bagaimana kita bisa menyentuh masyarakat, terutama yang kurang mampu,” katanya.
Sugiyono mengaku selama ini turut membantu masyarakat melalui program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, sebagai bentuk nyata penerapan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, seperti rendahnya upah dan tingginya harga kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar minyak.
Ia juga menyinggung kebijakan terkait tenaga honorer, khususnya di sektor pendidikan, yang dinilai masih menjadi persoalan serius.
“Banyak guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi, tapi menghadapi ketidakpastian. Ini yang harus kita perjuangkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Sugiyono berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin pemikiran Bung Karno itu benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
