infosatu.co
OLAHRAGA

Pembelajaran PJOK di SDN 008 Samarinda Kota Ajarkan Keterampilan Dasar hingga Teknik

Teks: Guru PJOK SDN 008 Samarinda Kota, Julian Fernando, saat ditemui wartawan Infosatu.co di ruang kerjanya. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co — Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 008 Samarinda Kota dirancang secara bertahap, mulai dari penguasaan keterampilan dasar hingga teknik olahraga yang lebih kompleks.

Guru PJOK SDN 008 Samarinda Kota Julian Fernando menjelaskan bahwa siswa kelas rendah lebih difokuskan pada pengembangan gerak dasar seperti lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Sementara itu, siswa kelas atas mulai diperkenalkan pada teknik olahraga, termasuk permainan bola besar, bola kecil, hingga bela diri.

“Kalau kelas 1 sampai 3 itu fokusnya di keterampilan gerak dasar. Kalau kelas atas sudah masuk ke teknik, seperti sepak bola, basket, voli, dan lainnya,” ujarnya pada Kamis, 18 Juni 2026 di SDN 008 Kota Samarinda.

Di akhir jenjang, khususnya kelas 6, siswa akan mengikuti ujian praktik sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Materi yang diujikan meliputi aspek kebugaran jasmani seperti kekuatan, daya tahan, dan keseimbangan. Bentuk ujiannya antara lain lari bolak-balik, push up, sit up, serta gerakan keseimbangan seperti sikap kapal terbang dan meroda.

Selain itu, penilaian juga mencakup permainan olahraga. Namun, dari beberapa cabang yang diajarkan, biasanya hanya satu yang dipilih sebagai bahan evaluasi.

Menurut Julian, antusiasme siswa terhadap pelajaran PJOK sangat tinggi. Bahkan, pelajaran ini menjadi salah satu yang paling dinantikan setiap minggu.

“Kalau olahraga di SD itu tidak usah ditanya lagi, mereka sangat antusias. Ini pelajaran yang selalu ditunggu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembelajaran, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kendala utama itu di alat. Idealnya satu anak satu bola, tapi kenyataannya jumlah bola terbatas. Jadi pembelajaran kurang maksimal,” jelasnya.

Selain itu, perbedaan minat siswa terhadap cabang olahraga juga menjadi tantangan tersendiri. Siswa laki-laki umumnya lebih menyukai sepak bola, sedangkan siswa perempuan cenderung memilih bola basket.

Julian juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan fisik dan pemahaman materi dalam PJOK, termasuk aspek kesehatan dan kebersihan tubuh.

Related posts

Mbappe Jadi Top Skor Prancis saat Les Bleus Kalahkan Senegal 3-1

Rizki

IPF Bontang Bidik Tiga Besar Porprov 2026

Rizki

Rustam Resmi Pimpin IPF Bontang Periode 2025-2029

Rizki