infosatu.co
PENDIDIKAN

PKKMB Unmul Disorot, Ribuan Mahasiswa Baru Dijemur di Bawah Terik Matahari

Teks: Suasana pelaksanaan PKKMB Unmul. (ist)

Samarinda, Infosatu.co – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mulawarman (Unmul) 2026 menuai kritik setelah ribuan mahasiswa baru mengikuti kegiatan di bawah terik matahari tanpa perlindungan tenda.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan penyelenggaraan PKKMB belum sepenuhnya mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unmul Maulana mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu evaluasi utama dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini.

Menurutnya kegiatan penyambutan mahasiswa baru seharusnya dirancang dengan mempertimbangkan kondisi peserta, terutama mengingat jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 6.500 orang.

“Mahasiswa baru masih harus kepanasan karena tidak disediakan tenda. Ini menjadi salah satu persoalan yang kami soroti dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 3 Agustus 2026.

Selain minimnya fasilitas penunjang, Maulana juga menilai perubahan jadwal kegiatan yang terjadi secara mendadak membuat peserta maupun panitia di tingkat fakultas kebingungan. Ia menyebut komunikasi dari penyelenggara dan birokrasi kampus belum berjalan optimal.

Menurutnya, mahasiswa Fakultas Hukum sempat memutuskan meninggalkan lokasi kegiatan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan peserta akibat cuaca yang sangat panas.

“Kami mempertimbangkan kondisi cuaca yang cukup panas. Kami tidak ingin ada korban akibat situasi yang tidak kondusif,” katanya.

Tak hanya menyoroti pelaksanaan PKKMB, BEM Fakultas Hukum juga menyampaikan sejumlah catatan terkait fasilitas kampus. Maulana menilai peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun belum diimbangi dengan penambahan ruang kuliah maupun perbaikan gedung yang memadai.

“Kami juga menyuarakan persoalan kenaikan UKT, jumlah mahasiswa yang terus bertambah tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas kelas yang memadai. Selain itu, masih banyak gedung yang membutuhkan perbaikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BEM Fakultas Hukum juga berupaya menyerahkan surat berisi aspirasi kepada pihak universitas. Meski sempat mengalami kendala, Maulana mengatakan surat tersebut akhirnya sempat dibaca oleh pimpinan universitas, termasuk rektor.

Ia berharap seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan PKKMB pada tahun-tahun mendatang lebih baik, aman, dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan mahasiswa baru.

Related posts

Anak Jalanan Berpeluang Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat Samarinda

Rizki

Anggaran Gratispol Pendidikan Rp981 Miliar Tetap Utuh, Program Marbot hingga Subsidi Guru Disesuaikan

Rizki

Wagub Seno: Jangan Sampai Sekolah Negeri Tumbuh, Swasta Justru Mati

Ratu