Samarinda, Infosatu.co – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga tidak membebankan biaya sewa peralatan kepada Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.
Peralatan yang telah dimiliki pemerintah daerah, termasuk aset bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) diminta dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov di Kabupaten Paser.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading menegaskan peralatan pertandingan yang dimiliki Pengprov maupun Dispora merupakan aset yang dibeli menggunakan anggaran pemerintah.
Karena itu, menurutnya, penggunaan fasilitas tersebut seharusnya tidak lagi menjadi beban biaya bagi tuan rumah.
“Peralatan yang ada di Pengprov maupun Dispora dimaksimalkan saja, jadi tuan rumah tidak perlu sewa-menyewa lagi. Jangan sekali-kali peralatan itu disewakan, padahal dibeli oleh provinsi saat PON atau dibeli langsung oleh Dispora,” katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Rasman menilai praktik penyewaan peralatan menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan anggaran penyelenggaraan Porprov berpotensi membesar.
Oleh sebab itu, ia meminta setiap cabang olahraga menyusun kebutuhan anggaran secara realistis dengan mengoptimalkan aset yang telah tersedia.
Meski demikian, ia menegaskan larangan tersebut tidak berlaku untuk biaya operasional yang memang diperlukan selama pelaksanaan pertandingan.
Pengeluaran seperti pengangkutan peralatan, distribusi ke venue, hingga proses pemasangan tetap dapat dianggarkan selama nilainya wajar.
“Kalau untuk biaya transportasi, pengangkutan, dan pemasangan di lokasi tentu ada anggarannya. Yang penting biayanya rasional. Cabang olahraga harus rasional mengusulkan anggaran, dan PB Porprov memaksimalkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rasman memastikan kebutuhan pokok penyelenggaraan Porprov, seperti honorarium perangkat pertandingan dan panitia teknis, telah diakomodasi dalam anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim.
Dengan dukungan tersebut, ia berharap panitia pelaksana dan seluruh cabang olahraga dapat lebih fokus menerapkan prinsip efisiensi serta transparansi anggaran sehingga pelaksanaan Porprov Kaltim 2026 dapat berlangsung tanpa membebani keuangan daerah.
“Yang terpenting adalah memaksimalkan aset yang sudah dimiliki. Dengan begitu, anggaran bisa digunakan lebih efektif untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Porprov,” pungkasnya.
