infosatu.co
PENDIDIKAN

Warga Serbu Festival Literasi Kaltim, Buku Murah Diburu Sejak Pagi

Teks: Festival Literasi Kaltim di Aula Tower Dispora Kaltim menawarkan beragam buku murah (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Festival Literasi Kaltim bersama Out of the Boox Gudang Buku Keliling langsung mendapat antusiasme masyarakat sejak hari pertama pelaksanaan. Warga terlihat berdatangan sejak pagi, memburu beragam koleksi buku yang ditawarkan dengan harga terjangkau hingga mengantre saat melakukan pembayaran.

Teks: Sebagian pengunjung tampak mengantre sementara sebagian lainnya sibuk mencari buku di Festival Literasi Kaltim (Infosatu.co/R’sya)

Kegiatan tersebut digelar mulai 29 Agustus hingga 19 September 2026 di Aula Tower Kadrie Oening, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim). Festival dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 20.30 Wita.

Beragam koleksi buku tersedia dalam festival tersebut. Buku-buku yang ditawarkan dibagi dalam sejumlah kategori, di antaranya diskon 50 persen, best seller, buku lokal, serta sejumlah pilihan buku anak dengan harga paket.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim Lisa Hasliana mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang terlihat sejak festival dimulai.

“Baru hari pertama ini sudah banyak sekali. Kemudian juga di flyer kita, di Instagram kita, kemudian juga ada influencer, mereka sangat antusias,” ujarnya usai soft launching Festival Literasi Kaltim.

Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut tak hanya datang dari warga Kota Tepian.

“Dari Balikpapan, dari Tenggarong juga minatnya luar biasa,” sebutnya.

Festival Literasi Kaltim tahun ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan minat baca dan ketersediaan bahan bacaan masyarakat. Lisa menyebut kegiatan tersebut menghadirkan buku dari sekitar 70 penerbit.

“Yang pertama adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat Kaltim, yang kedua untuk meningkatkan minat baca,” jelasnya.

Pelaksanaan festival kali ini juga berlangsung di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi. Lisa menyampaikan kegiatan tetap dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, serta sejumlah pihak lainnya.

“Sekarang kita juga tidak ada (anggaran), tapi kita berkolaborasi dengan pegiat literasi. Pegiat literasi mencari sendiri, itu dari TBM, GPMB, ini semua membantu kita,” ungkapnya.

Selain penjualan buku, Festival Literasi Kaltim juga dirangkai dengan berbagai kegiatan literasi selama pelaksanaan. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya lomba bertutur, lomba menulis buku, talkshow, serta kegiatan lain yang melibatkan peserta didik, komunitas dan pegiat literasi.

Lisa menilai kolaborasi tersebut menunjukkan kegiatan literasi tetap dapat berjalan meski dukungan anggaran pemerintah terbatas. Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan kolaborasi yang lebih intensif serta dukungan anggaran pemerintah.

“Mudah-mudahan nanti ada anggaran dari pemerintah. Kita dengan support sedikit, tapi dapat hasil yang luar biasa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Related posts

Guru Paruh Waktu SMPN 28 Samarinda Masih Dibayar dari BOSDa

R'sya Rahmadina

Bertahun-tahun Mengajar, Lebih dari 500 Guru Kaltim Tak Punya Status Kepegawaian

Rizki

Kaltim Sambut Pengalihan Guru PPPK ke Pusat, Ringankan Pembiayaan Daerah

Rizki