infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Setelah Dibangun Megah, Selanjutnya Bagaimana Perawatan Teras Samarinda II

Teks: Kondisi Teras Samarinda tahap II yang akan segera diresmikan dalam beberapa hari ke depan. (Dok/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Penyelesaian pembangunan Teras Samarinda segmen II,III,IV bukan menjadi akhir dari pekerjaan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Setelah kawasan tepi Sungai Mahakam tersebut siap dibuka, tantangan berikutnya adalah memastikan wajah kawasan tetap bersih dan terawat ketika mulai digunakan masyarakat.

Perhatian terhadap kondisi kawasan bahkan dilakukan sebelum pagar pembatas proyek dibuka. Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta area yang selama berbulan-bulan tertutup pagar tidak dibiarkan dalam kondisi kotor ketika akses dibuka untuk publik.

Menurutnya, kawasan di balik pagar proyek berpotensi menyisakan genangan air, kotoran hingga lumut. Karena itu, proses pembukaan pagar harus sekaligus diikuti dengan pembersihan kawasan agar tidak menimbulkan kesan kumuh di tengah fasilitas publik yang baru selesai dibangun.

“Nanti pada saat pembukaan pagar, saya juga sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk tidak sekadar buka pagar. Karena selama ini dikurung, ada air yang tertahan dan menimbulkan kotoran, bekas-bekas lumut,” kata Andi Harun.

Ia menegaskan kondisi kawasan harus sudah bersih dan menyatu secara fisik dengan Teras Samarinda maupun jalan yang telah lebih dahulu digunakan masyarakat.

“Sehingga pada saat dibuka pagarnya, itu juga sudah dalam keadaan bersih, menyatu secara fisik dengan Teras maupun jalan eksisting,” lanjutnya.

Selain kesiapan sebelum dibuka, Pemkot Samarinda juga mengevaluasi pola pemeliharaan kawasan tersebut. Luasnya bentangan Teras Samarinda tahap II dinilai membuat pengelolaan kebersihan tidak efektif apabila seluruh tanggung jawab hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar pembagian pengelolaan kawasan antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pembagian tersebut diperlukan agar pemeliharaan kawasan dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Setelah kita analisis dan pelajari untuk sementara waktu, kita menilai bahwa kalau diserahkan semua ke Dishub itu akan
kewalahan, karena saking panjangnya segmen di tahap kedua ini. Sehingga kita bagi,” tegasnya.

Dengan demikian, setelah persoalan pembangunan memasuki tahap akhir, keberlangsungan Teras Samarinda akan sangat bergantung pada pola perawatan kawasan.

“Pemkot tidak ingin fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar hanya terlihat baik saat peresmian, tetapi kemudian mengalami penurunan kualitas karena persoalan kebersihan dan pemeliharaa,” tandasnya.

Related posts

Open Turnamen Perbanyak Wadah Pembinaan Atlet Samarinda

Emmy Haryanti

Sodetan Pasundan Mulai Dikerjakan, Pemkot Samarinda Targetkan Banjir Puluhan Tahun Teratasi

Emmy Haryanti

Efisiensi Bukan Berarti Hentikan Belanja, tapi Pangkas Pemborosan

Emmy Haryanti