infosatu.co
EKONOMI

Pengelola Berganti, Tenant Mal Lembuswana Harap Sewa Turun dan Fasilitas Dibenahi

Teks: Salah satu tenant Optik di Mal Lembuswana. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Pergantian pengelola Mal Lembuswana dari PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) kepada PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) membawa perubahan pada skema sewa dan pengelolaan kawasan.

Namun, bagi sejumlah pelaku usaha di dalamnya, penurunan biaya sewa dan pembenahan fasilitas masih menjadi harapan.

Staf Manajer salah satu tenant optik di Mal Lembuswana Bandi mengatakan tenantnya telah berada di kawasan tersebut selama sekitar 20 tahun. Ia menyebut terdapat perubahan biaya sewa setelah pengelola berganti, tetapi penurunannya belum signifikan.

Bandi mengatakan, pada masa pengelolaan sebelumnya, biaya sewa berada di kisaran Rp50 jutaan per tahun. Setelah pengelola berganti, tarif disebut mengalami penurunan, meski menurutnya belum signifikan.

“Nominalnya itu kisaran 50 juta-an,” ujar Bandi.

Ia mengatakan, pihaknya juga sempat mengajukan penurunan tarif lebih jauh dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini. Namun, usulan tersebut belum disetujui manajemen baru.

“Perubahan harga ada, turun dikit ada. Cuman karena namanya bisnis, coba kita mengajukan yang harga lebih turun lagi itu sudah enggak bisa lanjut,” kata Bandi kepada Infosatu.co, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menyebut terdapat penawaran tarif sekitar Rp180 ribu per meter persegi, sementara komponen service charge berada di kisaran Rp120 ribu per meter persegi. Namun, Bandi mengaku belum memperoleh informasi terbaru mengenai besaran tarif yang akhirnya ditetapkan manajemen.

Perubahan pengelolaan tersebut berlangsung setelah kerja sama pengelolaan Mal Lembuswana dengan PT CSIS berakhir. Setelah sekitar tiga dekade dikelola melalui skema sebelumnya, pengelolaan aset kemudian beralih kepada Pemprov Kaltim dan KTMBS ditugaskan menjalankan pengelolaan pada masa transisi.

Menurut Bandi, persoalan biaya sewa menjadi salah satu pembahasan di antara para tenant. Dari informasi yang diterimanya melalui forum tenant, sebagian pelaku usaha berharap skema sewa dapat dibuat lebih ringan.

“Kalau yang saya dengar dari forum, memang mereka itu mengajukan sewa lebih murah. Kalau IPL yang ditawarkan Rp120 ribu per meter itu mereka bersetuju. Yang enggak setuju itu sewanya. Biasanya kalau bisa itu signifikan turun banyak,” ujarnya.

Meski berharap tarif dapat ditekan, Bandi memastikan tenant yang dikelolanya tetap bertahan di Mal Lembuswana. Salah satu pertimbangannya adalah kerja sama usaha dengan BPJS yang sudah berjalan.

“Enggak mau, soalnya kita ada kerja sama dengan BPJS, ya kita lanjut, tetap lanjut,” katanya.

Selain biaya sewa, Bandi menilai pembenahan fasilitas juga perlu menjadi perhatian pengelola baru. Menurutnya, perubahan fasilitas setelah pergantian pengelola belum terlihat signifikan.

Dua fasilitas yang menjadi perhatian ialah pendingin ruangan atau AC dan eskalator. Bandi berharap perbaikan fasilitas dapat berjalan seiring dengan skema biaya yang dibebankan kepada pelaku usaha.

“Fasilitasnya yang kurang, dari pengelola lama ke yang baru ini belum signifikan. Soal AC, soal eskalator dan lain-lainnya. Biasanya eskalator dan AC,” ungkapnya.

Bandi juga menyampaikan usulan agar pengelola menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan mal.

Salah satunya dengan memindahkan kegiatan Car Free Night (CFN) yang selama ini berlangsung di kawasan Gor Segiri ke area Mal Lembuswana.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu gebrakan awal untuk meningkatkan aktivitas kawasan sekaligus mendukung tenant.

“Kalau mau bikin ramai sebenarnya, Car Free Night yang selama ini bikin macet kota itu bisa dialihkan ke sini. Bisa jadi gebrakan awal,” ujarnya.

Pergantian pengelola diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan pada sisi tarif, tetapi juga terlihat melalui peningkatan fasilitas dan aktivitas kawasan. Terlebih, sejumlah tenant telah bertahan selama bertahun-tahun di Mal Lembuswana.

“Minimal perubahannya itu ya perbaikan AC, eskalator, itu penting,” pungkas Bandi.

Related posts

Usaha Makin Menjamur, DPRD Soroti Manfaat Ekonomi bagi Warga Sekitar

Emmy Haryanti

Sawit Kaltim Capai 1,5 Juta Hektare, Serap 368 Ribu Tenaga Kerja

R'sya Rahmadina

Pansus MBLB Kaltim Soroti Banyak Pelaku Usaha Belum Berizin

R'sya Rahmadina