Bontang, Infosatu.co – Penyediaan fasilitas sanitasi yang layak di kawasan pesisir Kota Bontang dinilai menjadi langkah penting untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang masih membuang limbah langsung ke laut.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal mengatakan, upaya mengubah perilaku masyarakat tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur sanitasi yang memadai dan mudah diakses warga.
Menurutnya, masyarakat akan lebih mudah meninggalkan kebiasaan lama apabila tersedia fasilitas pendukung yang layak di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Supaya masyarakat bisa membuang sanitasi ke tempat yang sehat dan seharusnya, maka diperlukan langkah-langkah yang konkret. Salah satunya dengan membangun fasilitas yang memadai,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi sorotan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni terkait kebiasaan sebagian masyarakat pesisir yang masih buang air besar langsung ke laut dan dinilai berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting.
Saeful menilai pembangunan infrastruktur sanitasi di kawasan pesisir perlu menjadi bagian dari program jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan sanitasi yang layak tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menjelaskan, kawasan pesisir memiliki karakteristik permukiman yang berbeda dibanding wilayah daratan sehingga pembangunan fasilitas sanitasi juga harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.
Selain pembangunan toilet sehat, Saeful juga mendorong pengembangan sistem pengolahan limbah domestik yang lebih baik di kawasan pesisir.
“Kalau kita ingin masyarakat berubah, maka fasilitasnya juga harus tersedia. Jangan sampai masyarakat diminta meninggalkan kebiasaan lama, tetapi alternatif yang lebih baik belum disiapkan,” pungkasnya. (Adv)
