infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Nuzul Saputra, Multimedia Leader, Mengejar Gelar Magister Lewat Program Gratispol

Teks: M. Nuzul Saputra, Mahasiswa S2 Prodi Manajemen Universitas Mulawarman sekaligus Koordinator Multimedia di Media Kaltim Biro Samarinda

Samarinda, infosatu.co – Sebagai Koordinator Multimedia di Media Kaltim Biro Samarinda, M. Nuzul Saputra terbiasa bekerja di balik layar menciptakan konten digital, mengelola produksi video, hingga mengatur strategi visual yang membentuk wajah sebuah media.

Namun di balik kesibukan itu, pria kelahiran Batam, 21 April 1999 ini memikul ambisi besar, yakni menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ambisi itu sempat berbenturan dengan realitas biaya kuliah. Program S2 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul mematok Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp9.800.000.

Jumlah yang tak mudah disisihkan. Hingga akhirnya, Program Gratispol Pendidikan Kaltim hadir sebagai penentu langkah.

UKT miliknya ditanggung hingga Rp9 juta, dan hanya menyisakan sebagian kecil yang perlu ia bayar sendiri.

“Sangat membantu. Beban UKT jauh lebih ringan,” ujarnya, Jumat,21 November 2025.

Mengenal Gratispol dari Website Pemerintah

Sebagai pekerja media yang akrab dengan dunia digital, Nuzul mengetahui program Gratispol melalui website pemerintah dan kanal media sosial.

Baginya, keputusan mendaftar sangat rasional, ia memenuhi syarat, dan program ini jelas meringankan beban biaya kuliah untuk jenjang S2.

“Yang membuat saya mendaftar karena memenuhi syarat juga, dan ini sangat meringankan biaya kuliah,” katanya.

Bagi Nuzul, Gratispol bukan sekadar bantuan dana, lebih dari itu. Menjadi penentu langkah akademik dan karier.

Belajar Sambil Memimpin Tim Kreatif

Mengambil Magister Manajemen sambil memegang posisi Kepala Multimedia bukan hal sederhana.

Nuzul harus menyeimbangkan antara tugas kuliah, produksi konten mingguan, proses editing, dan koordinasi tim. Namun berkurangnya beban UKT membuat fokusnya lebih terjaga.

“Dengan UKT tercover, saya bisa fokus mengejar gelar sambil tetap menjalankan pekerjaan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa gelar S2 bukan hanya capaian pribadi, tetapi fondasi untuk masa depan profesional yang lebih kuat.

Komitmen untuk Mengabdi: Dari Multimedia ke Humas

Meski kini berkecimpung di dunia produksi media, Nuzul berencana memperluas dedikasinya ke bidang Public Relation atau Humas.

Bidang yang menurutnya sangat penting dalam ekosistem informasi publik Kalimantan Timur.

Ia melihat PR sebagai jembatan antara kebijakan, masyarakat, dan transparansi.

“Kalau selesai S2 dan punya kesempatan, saya ingin membuat lapangan kerja di Kaltim. Atau berkarier di bidang humas,” tuturnya.

Bagi Nuzul, Kalimantan Timur bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang membentuknya sejak 2008. Mengabdi kembali adalah hal yang ia anggap wajar.

Masukan Kritis: Informasi Harus Meluas, Administrasi Harus Rapi

Walau sangat terbantu, Nuzul memberikan catatan realistis. Administrasi program harus lebih rapi dan tertata, progres harus terstruktur dan dipimpin orang yang kredibel, informasi harus menjangkau seluruh pelosok Kaltim hingga menyoroti kerja sama universitas yang harus diperkuat agar mahasiswa memenuhi syarat otomatis terdata tanpa harus bayar dulu lalu refund.

“Banyak mahasiswa di kampus lain mengeluh soal proses verifikasi. Itu harus diperbaiki,” ujarnya.

Meski dirinya sudah pada ‘zona aman’ ia tak lupa menyoroti persoalan besar yang dihadapi pendidikan Kaltim. Ketimpangan akses pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

“Pendidikan di Kaltim masih tertinggal dibanding Jawa. Banyak daerah 3T belum punya sekolah atau kampus memadai. Harus dibangun merata,” tegasnya.

Menurutnya, Gratispol akan jauh lebih efektif bila disertai pemerataan fasilitas pendidikan.

Harapan: Program Berlanjut, Manfaat Meluas

Bagi Nuzul, Gratispol membuka pintu yang sebelumnya terasa berat untuk diketuk.

“Semoga program ini terus berjalan, lebih tertata, dan menjangkau lebih banyak mahasiswa,” katanya.

Kisahnya membuktikan bahwa satu kebijakan pendidikan dapat mengubah arah hidup seseorang. Dari ruang multimedia menuju ruang akademik, Nuzul kini melangkah lebih mantap.

Belajar, meniti karier, dan kelak kembali membangun Kalimantan Timur melalui kompetensi dan pengabdian. (Adv Diskominfo Kaltim)

Editor: Nur Alim

 

Related posts

Beban Kendaraan Maksimal 8 Ton, PUPR Cek Kondisi Jembatan Mahulu

Dhita Apriliani

Gubernur Kaltim Datangi Sultan Kutai, Tegaskan Etika Adat dan Penghormatan Budaya

Emmy Haryanti

BPSDM Dukung Percepatan Implementasi Identitas Kependudukan Digital

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page