Samarinda, infosatu.co – Upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan di Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Salah satu indikatornya terlihat dari capaian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda yang berhasil meraih predikat terbaik tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Musyawarah Nasional II Asosiasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat Daerah yang digelar di Jakarta pada 18-20 Juni 2025 lalu.
Dalam forum nasional itu, Labkesda Samarinda dinobatkan sebagai Terbaik 1 kategori Laboratorium Kesehatan Masyarakat tingkat kabupaten/kota se-Indonesia untuk periode penilaian 2021-2024.
Penilaian tersebut dilakukan terhadap 264 laboratorium kesehatan daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan cakupan peserta yang luas, penghargaan ini menjadi salah satu indikator bahwa kualitas layanan laboratorium kesehatan di Samarinda mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Tidak hanya terlihat dari sisi pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dari pengakuan lembaga nasional.
Ia menjelaskan, keberhasilan Labkesda tidak hanya tercermin dari prestasi pelayanan, tetapi juga dari capaian kinerja keuangan setelah unit tersebut dikelola melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Target BLUD Labkesda itu sekitar Rp4 miliar setahun. Tapi pada 2025 mereka bisa membukukan pendapatan hampir Rp6 miliar. Dari sisi pelayanan juga ditetapkan sebagai Labkesda terbaik se-Indonesia,” ujar Ismed saat ditemui, Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga menarik jika melihat usia lembaganya yang sebenarnya masih relatif muda.
Menurut Ismed, Labkesda Samarinda yang saat ini dikenal sebagai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) baru terbentuk sekitar lima tahun lalu.
Keberadaan fasilitas ini bahkan berawal dari situasi darurat ketika pandemi COVID-19 melanda dan kebutuhan laboratorium kesehatan di daerah menjadi sangat mendesak.
“Jadi terus terang, Labkesda yang kita punyai sekarang itu juga masih berumur muda. Keberadaan Labkesda ini pada saat Covid,” katanya.
“Di mana saat itu Samarinda laboratoriumnya sangat urgent, jadi kita siapkan dan sediakan. Jadi baru sekitar lima tahun Labkesda kita itu,” lanjutnya.
Menurutnya, pada masa pandemi saat itu kebutuhan terhadap pemeriksaan laboratorium meningkat sangat cepat.
Pemerintah daerah kemudian mempercepat penguatan fasilitas laboratorium agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Dari proses itulah Labkesda Samarinda mulai berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas tersebut tidak hanya melayani pemeriksaan laboratorium rutin.
Tetapi juga menjadi salah satu pusat layanan kesehatan penunjang bagi berbagai program kesehatan daerah.
Ismed menilai capaian sebagai Labkesda terbaik di Indonesia menjadi bukti bahwa fasilitas yang awalnya lahir dari kebutuhan darurat pandemi kini berkembang menjadi institusi layanan kesehatan yang kuat.
Prestasi di sektor kesehatan Samarinda tidak berhenti pada laboratorium kesehatan daerah saja. Pada tahun yang sama, kota ini juga memperoleh pengakuan nasional dalam sistem layanan kegawatdaruratan.
Sistem pelaporan PSC 119 Samarinda Doctor On Call dinobatkan sebagai salah satu dari tiga terbaik nasional oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Penghargaan tersebut diberikan pada 12 Juni 2025 oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamluddin, sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja sistem layanan gawat darurat yang dinilai responsif dan efektif.
Bagi Pemerintah Kota Samarinda, dua capaian tersebut menjadi gambaran bahwa sistem pelayanan kesehatan di daerah mulai bergerak ke arah yang lebih kuat-baik dari sisi layanan laboratorium maupun sistem respons darurat bagi masyarakat.
