Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan teknologi insinerator yang digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berbeda dengan sejumlah daerah lain yang sempat menjadi sorotan pemerintah pusat.

Ia menjelaskan insinerator di Samarinda dirancang tanpa cerobong asap, dengan sistem pengendalian emisi yang memanfaatkan media air sebelum dilakukan proses sterilisasi.
“Anda lihat tadi kita tidak punya cerobong asap. Asap dialirkan ke air, kemudian airnya disterilisasi,” ungkapnya, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut politikus Gerindra itu, sistem pembakaran juga dijaga agar tetap berada pada suhu sekitar 800 derajat celsius, sehingga proses pembakaran berlangsung optimal.
Meski demikian, ia mengakui teknologi tersebut masih akan terus dievaluasi dan disempurnakan seiring pelaksanaannya di lapangan.
“Namanya teknologi baru tentu akan terus kita evaluasi secara berkelanjutan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan Pemkot Samarinda tetap akan mengikuti seluruh regulasi pemerintah pusat apabila nantinya terdapat kebijakan baru terkait operasional insinerator.
“Kalau pemerintah pusat memerintahkan berhenti, ya kita berhenti. Pemerintah daerah harus mengikuti kebijakan yang berlaku,” tegasnya.
