Samarinda, infosatu.co – Belakangan ini berkembang isu yang mengaitkan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji sebagai dalang aksi demonstrasi 215. Kabar burung ini terus menyebar di berbagai platform media sosial. Fraksi Gerindra DPRD Kaltim langsung menangkis rumor tersebut. Mereka pun berharap agar tudingan ini tidak terus berkembang menjadi opini liar yang berpotensi mengganggu stabilitas politik daerah.
Perbincangan mengenai dugaan keterlibatan Seno Aji mencuat setelah beredar foto dan video yang memperlihatkan dirinya bersama sejumlah pihak yang dikaitkan dengan aksi unjuk rasa tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar di media sosial.
Menurut Reza, saat ini DPRD Kaltim tetap fokus menjalankan agenda kelembagaan, termasuk proses hak angket yang telah dijadwalkan untuk memasuki tahap pembentukan panitia khusus (pansus) pada 10 Juni mendatang.
Ia menegaskan seluruh tahapan tersebut akan dijalankan secara profesional dan objektif sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.
“Proses hak angket tetap berjalan sesuai mekanisme resmi DPRD dan harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi,” katanya Senin 25 Mei 2026.
Reza juga membantah dugaan keretakan hubungan antara Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji, seperti yang terus berkembang di ruang publik.
Menurutnya, hingga saat ini kedua pimpinan daerah tersebut masih menunjukkan hubungan yang harmonis dan tetap bekerja bersama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Yang jelas sampai saat ini Pak Wagub dan Pak Gubernur masih sejalan dan bergandengan tangan membangun Kaltim,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat menyikapi dinamika politik secara lebih bijak dan tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan opini yang belum tentu benar.
“Terpenting saat ini adalah menjaga suasana Kaltim tetap aman, kondusif, dan fokus pada pembangunan daerah,” pungkasnya.
