infosatu.co
DPRD Samarinda

DPRD Kota Samarinda Bahas Penguatan Pokir dan UMKM Kunker Pekalongan–Barito Timur

Teks: Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata

Samarinda, infosatu.co — DPRD Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menyambut kedatangan DPRD Kabupaten Pekalongan dan DPRD Kabupaten Barito Timur dalam kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker).

Kunker DPRD ini difokuskan pada studi perbandingan mengenai mekanisme penjaringan, pengelolaan, dan pengawasan Pokok Pikiran (Pokir).

Agenda tersebut turut dimanfaatkan sebagai forum berbagi gagasan dan inovasi pembangunan lintas daerah.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata menegaskan bahwa Pokir adalah hasil himpunan aspirasi warga yang dikumpulkan para legislator saat melaksanakan kegiatan serap aspirasi dan kunjungan lapangan.

Proses tersebut tidak hanya sebatas menerima keluhan, tetapi juga memahami konteks sosial dan kebutuhan riil di masyarakat, sehingga Pokir benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan

“Pokir itu menjadi kumpulan masukan yang disampaikan masyarakat. Kami turun langsung untuk melihat kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi, lalu seluruhnya disusun menjadi pokok pikiran,” ujarnya pada awak media di Kantor DPRD Kota Samarinda, Jumat 5 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Pokir berperan signifikan dalam menciptakan pembangunan yang merata dan tidak terpusat.

Setiap aspirasi yang diterima selanjutnya dipadukan dengan kebijakan prioritas daerah serta kemampuan fiskal pemerintah.

Mengenai agenda kunjungan DPRD Pekalongan dan Barito Timur, Aris menjelaskan bahwa banyak diskusi berlangsung terkait pertukaran praktik terbaik antardaerah.

Ia menilai momentum ini memberi peluang bagi kedua belah pihak untuk memperluas pemahaman dan pengalaman.

“Tujuan kunjungan mereka memang untuk saling belajar dan bertukar pandangan. Ada banyak hal yang kami bahas bersama,” ujarnya.

Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut menjadi bahasan penting.

Aris menilai Pekalongan, yang dikenal sebagai sentra batik terbesar di Indonesia memiliki sistem pembinaan UMKM yang kuat dan dapat dijadikan contoh bagi pengembangan usaha lokal di Samarinda.

Menurutnya penguatan UMKM di Pekalongan dinilai berhasil karena melibatkan pendampingan berkelanjutan, inovasi produk, dan pemasaran yang terstruktur sehingga mampu meningkatkan daya saing.

“UMKM di Pekalongan, khususnya industri batik, berkembang sangat pesat,” katanya.

“Mungkin pelaku UMKM di Samarinda dapat mengadopsi pola pemasaran yang mereka terapkan. Kita juga memiliki perajin batik yang potensial, dan ini bisa menjadi ruang eksplorasi,” tuturnya.

Aris menyampaikan harapannya agar pertemuan itu menjadi pintu pembuka untuk kerja sama yang lebih luas antar daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif di Samarinda.

Aris meyakini bahwa sinergi lintas wilayah dapat menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan mempercepat peningkatan kualitas usaha masyarakat.

Related posts

Komisi II DPRD Soroti Parkir Mie Gacoan, Pajak Off Street Belum Masuk

Dhita Apriliani

PAD Tempat Tambat Sungai Mahakam Berpeluang Bertambah

Firda

DPRD Dorong Dishub Lengkapi Peralatan Uji Kendaraan untuk Tertibkan ODOL

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page