Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang menargetkan prevalensi stunting turun hingga satu digit melalui penguatan perubahan perilaku masyarakat yang didukung edukasi kesehatan secara langsung.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan hal itu saat membuka Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) untuk Petugas Kesehatan di Hotel Equator, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Neni, berbagai program intervensi yang selama ini dijalankan pemerintah tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa diikuti perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi, pola asuh anak, dan penerapan hidup sehat.
Ia menyebut angka stunting di Bontang telah menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dari tahun 2025 di angka 25 persen, turun pada 2026 menjadi 17 persen. Namun, pemerintah daerah masih menargetkan capaian yang lebih tinggi dengan mendorong prevalensi stunting berada di bawah 10 persen.
“Target kita satu digit. Kalau target itu harus besar-besar. Buat apa ada pelatihan kalau kita tidak punya target yang capaiannya maksimal,” ujarnya.
Neni menjelaskan pemerintah telah menghadirkan berbagai program pendukung, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga intervensi kesehatan lainnya. Meski demikian, upaya tersebut tidak dapat dilakukan terus-menerus tanpa adanya kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.
Karena itu, keberadaan komunikator kesehatan dinilai penting untuk membantu menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara persuasif kepada masyarakat.
Menurutnya, pendekatan komunikasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku. Petugas kesehatan tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun pemahaman dan kesadaran masyarakat tanpa menggurui.
“Jangan menghakimi dan jangan menggurui. Dengan cara yang persuasif, insyaallah perubahan perilaku itu bisa tercapai,” katanya.
Neni juga menekankan bahwa keberhasilan menurunkan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah maupun tenaga kesehatan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan berkualitas.
“Kalau stunting turun, itu bukan untuk wali kota. Itu untuk masyarakat dan generasi kita ke depan,” pungkasnya.
