infosatu.co
PENDIDIKAN

Disdikbud Samarinda Tekankan Integritas dan Kepemimpinan

Teks: Suasana Pembekalan Bakal Calon Kepala Sekolah di Gedung Disdikbud Kota Samarinda pada Rabu, 1 Juli 2026. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Kualitas pendidikan dinilai sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah. Kepala sekolah menjadi kunci dalam menentukan arah, budaya, hingga capaian mutu pendidikan, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berintegritas dan mampu menjadi teladan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan pihaknya tengah memberikan pembekalan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik melalui kegiatan peningkatan kompetensi.

“Ini adalah pembekalan kepala sekolah yang baru dilantik satu pekan lalu sebagai orientasi sebelum mereka benar-benar terjun ke lapangan,” ujarnya pada Rabu 1 Juli di Ruang Pertemuan Lantai 4 Disdikbud Samarinda.

Dalam pembekalan tersebut, berbagai materi disampaikan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan peserta. Wahiduddin menekankan bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki integritas tinggi, kemampuan manajerial, serta mampu menjalankan peran sebagai pemimpin (leader) di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, konsep kepemimpinan tidak hanya sebatas mengatur administrasi, tetapi bagaimana seorang kepala sekolah mampu menjadi teladan bagi seluruh ekosistem pendidikan. Pemimpin yang baik, menurutnya, adalah yang mampu menerjemahkan nilai-nilai kepemimpinan ke dalam tindakan nyata di sekolah.

“Seorang kepala sekolah harus memiliki integritas, dedikasi, profesionalisme, serta mampu menjadi inovator dan kreator. Dengan begitu, visi dan misi sekolah dapat dijalankan secara optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan secara luas bermula dari pengelolaan sekolah yang baik. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berdaya saing.

“Bagus tidaknya pendidikan itu berawal dari bagaimana sekolah itu ditata oleh kepala sekolah. Karena itu, kita berharap sekolah-sekolah di Samarinda bisa menjadi sekolah berkeunggulan,” tambahnya.

Selain penguatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi ruang adaptasi bagi para kepala sekolah dalam menghadapi lingkungan kerja baru. Wahiduddin mendorong peserta agar tidak ragu, melainkan mampu membangun konsep kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepala sekolah dengan seluruh pemangku kepentingan di sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga masyarakat.

“Harapannya, kepala sekolah tidak takut masuk ke ekosistem baru, tetapi mampu mengintegrasikan konsep yang dimiliki dengan seluruh pihak untuk membangun sekolah sesuai harapan masyarakat,” tutupnya.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kepemimpinan pendidikan di Samarinda, sekaligus menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di masa depan.

Related posts

Mahasiswa Ungkap Temuan Tumpang Tindih dan Pembatalan Sepihak dalam Program Gratispol

Ratu

LBH Samarinda dan Mahasiswa Desak Transparansi Program Gratispol, Ancam Tempuh Jalur Hukum

Ratu

Diduga Ada Kejanggalan SPMB Jalur Domisili, Orang Tua Siswa Minta Pemkot Samarinda Lakukan Evaluasi

Emmy Haryanti