Samarinda, infosatu.co — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Noryani Sorayalita, menyebut peringatan Hari Ibu bukan sekadar agenda seremonial.

Melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran, kedudukan, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah dan nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Selasa 16 Desember 2025.
Noryani menjelaskan bahwa Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah pergerakan perempuan Indonesia yang telah berperan besar dalam memperjuangkan kesetaraan dan peningkatan kualitas hidup perempuan.
Pada peringatan tahun ini, DP3A Kaltim mengusung tema Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045.
Tema tersebut dimaknai sebagai upaya mendorong perempuan agar memiliki kekuatan, kemampuan, kepercayaan diri, serta kebebasan dalam mengambil keputusan, sekaligus berperan aktif dalam kehidupan sosial dengan menolak segala bentuk ketidakadilan dan diskriminasi gender.
“Perempuan berdaya adalah perempuan yang mampu menentukan pilihan hidupnya dan berkontribusi aktif dalam pembangunan,” katanya.
“Sementara perempuan berkarya adalah perempuan yang mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan karya yang bernilai dan berkelanjutan,” ujar Noryani.
Ia menambahkan, melalui karya dan inovasi, perempuan tidak hanya menjadi partisipan pembangunan, tetapi juga penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungannya.
“Hal ini sejalan dengan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang maju, adil, dan makmur” jelasnya.
Noryani juga memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam peringatan Hari Ibu ke-97 di Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut diawali dengan kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan digital, yang digelar pada 25 Oktober 2025 sebagai bagian dari rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Selanjutnya, DP3A Kaltim melaksanakan kegiatan penguatan peran perempuan dalam membangun keluarga yang setara dan harmonis pada 27 Oktober 2025.
Rangkaian kegiatan juga mencakup dialog dan penguatan kapasitas perempuan di Samarinda serta kegiatan pemberdayaan perempuan di Tenggarong yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025.
Selain itu, keterlibatan organisasi perempuan dan lembaga kemasyarakatan turut mewarnai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Desember 2025, sebelum akhirnya ditutup dengan Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar pada hari ini.
Dalam sambutannya, Noryani juga menyampaikan bahwa panitia membuka donasi peduli sesama, baik secara perorangan maupun melalui organisasi, yang akan disalurkan kepada perempuan yang membutuhkan. Ia mengajak seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut.
Puncak peringatan Hari Ibu ke-97 ini, lanjut Noryani, dapat terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak, di antaranya organisasi perempuan, Bhayangkari, perangkat daerah terkait, serta sejumlah mitra dan sponsor seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, PLN, dan organisasi lainnya.
Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai ratusan orang, terdiri dari unsur organisasi perempuan, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, instansi vertikal.
Juga dinas pengampu urusan DP3A dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) kabupaten/kota, serta organisasi kemasyarakatan.
Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025.
Menutup sambutannya, Noryani berharap rangkaian kegiatan Hari Ibu ke-97 ini dapat memberikan manfaat nyata, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjadi bagian dari gerakan bersama dalam pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
