infosatu.co
PEMERINTAH

Bontang Siapkan KIE dan KPIBL sebagai Pusat Investasi dan Hilirisasi Penyangga IKN

Teks: Kawasan Industri Bontang Lestari dan Kaltim Industrial Estate. (Istimewa)

Bontang, Infosatu.co – Bontang menyiapkan dua kawasan strategis, yakni Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari (KPIBL), sebagai pusat investasi, hilirisasi, dan logistik yang diproyeksikan menjadi penyangga aktivitas ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan kedua kawasan tersebut mendapat peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya investasi di Kalimantan Timur akibat pembangunan IKN.

Menurutnya, Bontang memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga industri dan logistik, terlebih di tengah kebijakan nasional yang terus mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam.

“Dua kawasan ini mendapat angin segar dari momentum pembangunan IKN yang memicu lonjakan investasi ke Kalimantan Timur,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.

Aspian menjelaskan, KIE saat ini menjadi salah satu kawasan industri yang berkembang pesat di Kota Bontang.

Kawasan seluas 214,09 hektare tersebut telah didukung infrastruktur dasar yang terintegrasi dan menampung berbagai aktivitas usaha.

Berbagai sektor usaha yang berkembang di kawasan tersebut meliputi pengembangan kawasan industri, produksi ready mix concrete, bisnis properti, perdagangan, hingga proyek engineering, procurement and construction (EPC).

Menurutnya, keberagaman sektor usaha tersebut membuat KIE memiliki fleksibilitas tinggi untuk menampung investasi baru, khususnya industri hilir dan industri pendukung.

Selain itu, kawasan tersebut juga berada dekat dengan sektor petrokimia, energi, dan manufaktur yang terus berkembang sehingga memberikan nilai tambah bagi investor.

“Hal ini tentu memberikan nilai tambah luar biasa bagi investor yang ingin membangun industri hilirisasi atau industri pendukung,” katanya.

Dari sisi konektivitas, KIE terhubung langsung dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta jalur transportasi darat menuju Samarinda, Balikpapan, IKN hingga Kalimantan Selatan.

Sementara itu, KPIBL diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan industri skala besar di masa depan. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 1.102 hektare dan disiapkan untuk mendukung berbagai sektor industri strategis.

Aspian mengatakan, ketersediaan lahan yang luas membuka peluang bagi pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik dan pergudangan, hingga industri hijau dan pembangkit energi.

Menurutnya, keberadaan KIE dan KPIBL akan memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu tujuan investasi utama di Kalimantan Timur.

Kedua kawasan itu juga didukung akses distribusi laut yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperlancar aktivitas ekspor dan impor.

“Peluang emas ini kami tawarkan kepada investor domestik maupun global,” pungkasnya.

Related posts

Benahi Tata Kelola BMD, Pemkot Samarinda Libatkan Kejari

Emmy Haryanti

BWS: Sempadan Sungai Dibuat untuk Keselamatan Warga dari Risiko Banjir dan Gerusan

Emmy Haryanti

RTLH Masih Banyak di Kaltim, BKKBN Dorong Sinkronisasi Data dan Akses Aplikasi Sakinah untuk Remaja

Ratu