infosatu.co
DISKOMINFO BONTANG

Bontang Perkuat Budaya Inovasi di OPD lewat Pendampingan Indeks Daerah

Teks: Staff Kecamatan Bontang Barat, bersama jajaran OPD usai pendampingan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID). (Infosatu.co/Adi)

Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang mulai memperkuat budaya inovasi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) melalui pendampingan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Pendampingan tersebut difokuskan untuk meningkatkan pemahaman perangkat daerah terhadap indikator penilaian inovasi sekaligus mendorong lahirnya program pelayanan publik yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Bontang Barat itu disambut Sekretaris Kecamatan Bontang Barat Roby Andi Lolo bersama jajaran perangkat daerah yang mengikuti proses pendampingan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan arahan terkait indikator dan bobot penilaian IID, inventarisasi inovasi perangkat daerah, penyusunan eviden pendukung, tata cara penginputan data inovasi, hingga strategi peningkatan nilai indeks inovasi daerah.

Sekretaris Kecamatan Bontang Barat Roby Andi Lolo mengatakan penguatan inovasi di lingkungan pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai indeks, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Selama ini sebenarnya banyak inovasi yang sudah berjalan di perangkat daerah, tetapi belum terdokumentasi dengan baik. Karena itu pendampingan ini penting agar OPD memahami bagaimana inovasi itu disusun, dilaporkan, dan dinilai,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, inovasi di lingkungan pemerintahan tidak selalu berbentuk aplikasi digital atau teknologi baru, tetapi juga bisa berupa penyederhanaan pelayanan, percepatan administrasi, hingga pola kerja yang lebih efektif.

“Melalui pendampingan ini kami ingin setiap perangkat daerah lebih aktif menggali dan mendokumentasikan inovasi yang sebenarnya sudah berjalan di lapangan. Jangan sampai ada program bagus yang berdampak bagi masyarakat tetapi tidak tercatat dalam penilaian inovasi daerah,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan budaya inovasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan tata kelola pemerintahan di Kota Bontang.

“Target akhirnya bukan hanya peningkatan nilai indeks inovasi, tetapi bagaimana pelayanan pemerintah bisa semakin cepat, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

112 Jemaah Haji Asal Bontang Resmi Diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan

Rizki

Legalisasi THM Berbas Pantai Kandas, Pemkot Bontang Pilih Pertahankan Nilai Kota Taman

Rizki

Jumlah Balita Stunting di Bontang Masih 1.489 Anak, Loktuan Tertinggi

Rizki